Ibadah Haji 2018

8 CJH Jatim Meninggal di Tanah Suci, Ahli Waris Berhak atas Ini

pemberangkatan kloter terakhir pada Rabu (15/8/2018), saat ini sebanyak 8 calon jemaah haji (CJH) asal Jatim meninggal di Tanah Suci Mekkah

8 CJH Jatim Meninggal di Tanah Suci, Ahli Waris Berhak atas Ini
SURYA/DIDIK MASHUDI
Rombongan jemaah calon haji Kota Kediri mengikuti pelepasan di Ruang Joyoboyo, Senin (30/7/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menjelang berahirnya pemberangkatan kloter terakhir pada Rabu (15/8/2018), saat ini sebanyak 8 calon jemaah haji (CJH) asal Jatim meninggal dunia di Tanah Suci Mekkah.

Ajal menjemput sebelum mereka melaksanakan prosesi wukuf sebagai prosesi wajib saat ibadah haji.

Meski meninggal, Mareka berhak menyandang titel haji. Mereka disebut haji badal atau haji yang diwakilkan karena yang bersangkutan telah meninggal.

"Bagi yang meninggal berhak atas asuransi yang diberikan kepada ahli waris," jelas Sutarno Pertowiyono, PPIH Embarkasi Surabaya.

Kisah Juru Kunci Makam di Mojokerto Berjuang Naik Haji, Dibantu Bunga Kamboja

Ahli waris CJH yang meninggal akan mendapat klaim asuransi senilai Rp 15,1 juta. Keluarga tidak perlu mengurus.

Semua dokumen dan pencairan akan diurus langsung oleh Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU).

"Klaim asuransi itu akan di transfer ke rekening CJH. Selanjutnya bisa langsung dicairkan ahli waris," terang Sutarno.

Selain itu, jelas Sutarno jamaah haji yang wafat akan mendapat sertifikat badal haji. Niat hajinya telah diserahkan untuk dilakukan kepada orang lain atau petugas.

Bagaimana dengan barang bawaan jamaah yang sudah meninggal, semua akan dikirim melalui kloter masing-masing. Kemenag pusat mengirimkan barang tersebut ke provinsi masing-masing sesuai kloter.

Sementara itu, Sumber dari data sistem komputerisasi haji terpadu (siskohat) Kemenag Jatim saat ini sudah ada 8 jemaah meninggal di Tanah Suci:

1. Murti Wiji Tajid (82 tahun) kloter 47 Warga desa Gendong Kecamatan Laren Laren Lamongan. Dia meninggal di RS Arab Saudi karena penyakit cardiovascular.

2. bdul Latif (62 tahun) meninggal dunia karena penyakit cardiovascular. Jamaah ini asal Ringin Rejo, Kab Kediri.

Mendikbud Ingin Sederhanakan Bahasa Daerah, Anang Hermansyah: Itu Melanggar Konstitusi

3. Sarun Karim Bakri (52 tahun) Asal Dusun Pasar Alas, Desa Garahan Kecamatan Silo Jember karena penyakit jantung.

4. Sanusi Musthofa Khafid (73 tahun) kloter 6 asal Jember wafat pada 25 Juli 2018 di KKHI Madinah (pemondokan) karena respiratory diseases.

5. Sholeh Abu (74 tahun) kloter 23 asal Kab. Malang wafat pada 27 Juli 2018 di KKHI Madinah (pemondokan) karena cardiovascular diseases.

Klasemen Sementara MotoGP 2018, Menangi Balapan di GP Austria, Jorge Lorenzo Naik Peringkat

6. Rasnam Ponidjan (64 tahun) kloter 23 asal Kota Malang wafat pada 29 Juli 2018 di KKHI Madinah (pemondokan) karena cardiovascular diseases.

7. Masriah Sejadi (59 tahun) kloter 46 asal Kab. Lamongan wafat pada 4 Agustus 2018 di KKHI Mekkah karena cardiovascular diseases.

8. Mium Usup Dito Redjo (64 tahun) kloter 35 asal Kab. Ngawi wafat pada 5 Agustus 2018 di KKHI Madinah (pemondokan) karena cardiovascular diseases. (Faiq)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help