Pileg 2019

Bawaslu Temukan 10 Caleg Bermasalah di DCT yang Ditetapkan KPU Madiun

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Madiun, memprotes Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Madiun, karena menetapkan sepuluh orang caleg

Bawaslu Temukan 10 Caleg Bermasalah di DCT yang Ditetapkan KPU Madiun
(Surya/Rahadian bagus)
Rapat pleno KPU Kabupaten Madiun, penetapan DCT Pileg 2019 di Hotel Aston Madiun, Kamis (20/9/2018) 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Madiun, memprotes Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Madiun, karena menetapkan sepuluh orang caleg, ke daftar calon tetap (DCT) pada Pileg 2019, meski masih aktif berstatus anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Protes itu disampaikan Bawaslu setelah tim KPU Kabupaten Madiun selesai membacakan 463 caleg dari seluruh parpol yang ditetapkan dalam DCT Pileg 2019.

Bawaslu Kabupaten Madiun memprotes KPU setelah menemukan fakta bahwa, ada sepuluh nama caleg yang masih menjabat sebagai anggota BPD.

"Menurut kajian kami, BPD masuk dalam lembaga yang anggotanya diwajibkan mengundurkan diri bila mendaftar sebagai caleg DPR ataupun DPRD. Kami mngacu pada Permendagri nomor 110 tahun 2016 tentang Keuangan Negara bahwa BPD itu dibiayai oleh keuangan negara, baik operasional maupun tunjangannya," ujar Ketua Bawaslu Nur Anwar, kepada wartawan, Kamis ( 20/9/2018) sore.

Viral, Santri dan Santriwati di Pasuruan Bikin Video Sambut Asian Para Games 2018

Nur mengatakan, dari hasil temuan Bawaslu, terdapat sepuluh orang anggota BPD yang mengundurkan diri, meski sudah ditetapkan dalam DCT.

Padahal, sesuai aturan, anggota BPD yang maju sebagai caleg wajib menyertakan surat keputusan pengunduran diri, yang diketahui pejabat yang berwenang.

Dijelaskan oleh Nur, syarat itu seharusnya sudah dipenuhi sehari sebelum penetapan DCT. Sehingga, apabila pada saat penetapan DCT yang bersangkutan masih aktif sebagai anggota BPD, maka hal ini telah melanggar aturan.

"Itu sudah termasuk menyalahi aturan. Syarat-administrasi seharusnya dipenuhi sehari sebelum penetapan DCT," tegasnya.

Breaking News - Jasad Orok Bayi Ditemukan di Dekat Terminal Wonokromo Surabaya

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Madiun, Anwar Sholeh Azzarkoni mengatakan, sebelumnya pihak KPU sudah mendapat surat dari Bawaslu terkait 24 caleg yang bermasalah, dan sudah ditindaklanjuti.

"Sebenarnya surat dari Bawaslu Madiun sudah kami tindaklanjuti tadi malam. Ada yang berkaitan dengan Bumdes dan masalah lain. Bahkan tadi malam sudah ada yang diselesaikan," kata Anwar.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved