Seorang Pemuda Tewas di Kebun Tebu Sumobito Jombang,Seorang Pelaku Ditangkap, 7 Kabur

menangkap AF (17), satu pelaku pembunuh Abdul Choir (28), warga Dusun Sidokampir, Desa Buduksidorejo, Kecamatan Sumobito, Jombang,

Seorang Pemuda Tewas di Kebun Tebu Sumobito Jombang,Seorang Pelaku Ditangkap, 7 Kabur
Surya/Sutono
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Gatot Setio Budi (dua dari kiri) menunjukkan barang bukti kayu serta AF, tersangka pembunuh Abdul Choir, saat rilis di Polres setempat 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Setelah menangkap AF (17), satu pelaku pembunuh Abdul Choir (28), warga Dusun Sidokampir, Desa Buduksidorejo, Kecamatan Sumobito, Jombang, polisi juga berhasil menguak motif di balik pembunuhan tersebut.

Penyebab pembunuhan sebenarnya sepele. Yakni, pelaku dan tujuh temannya tersinggung karena korban dan rombongannya memain-mainkan gas motor saat melintas di Jalan Raya Desa Curahmalang. AF dan enam temannya adalah warga Desa Curahmalang.

Pelaku dan tujuh temannya kemudian mengeroyok korban dengan memukulinya menggunakan dahan pohon. Setelah tak berdaya, korban dibuang di kebun tebu tak jauh dari lokasi. Kini tujuh pengeroyok masih dalam pengejaran polisi.

Pria Muda Tewas di Kebun Tebu, Polres Jombang Tangkap Seorang Pelaku

"Jadi motifnya para pelaku tersinggung atas ulah korban yang mem'bleyer' gas motor saat melintas di jalan Desa Curahmalang. Pengakuan pelaku seperti itu," ujar Kasatreskrim Polres Jombang AKP Gatot Setyo Budi saat rilis kasus tersebut kepada TribunJatim.com, Selasa (9/10/2018).

Gatot menjelaskan, peristiwa berdarah itu terjadi pada Senin (8/10/2018) dinihari sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu para pelaku menjaga portal di sebelah barat dan timur Jalan Raya Curahmalang. Karena jalur antarkecamatan itu sedang dicor.

Bersamaan itu, rombongan korban yang berjumlah sekitar 6 orang melintas di jalur tersebut, sembari membleyer gas sepeda motor yang mereka kendarai.

Ulah korban dan rombongan ternyata memicu emosi para pelaku yang berjumlah delapan orang. Mereka langsung mengadang korban dan kawan-kawannya.

Mengaku Inginkan Anak Laki-Laki, Adopter Asal Bali Dibekuk Polisi Karena Terlibat Perdagangan Bayi


Nahas bagi Abdul Choir, dia tertangkap dan dipukuli beramai-ramai oleh para pengadangnya, hingga mengembuskan nafas terakhir.

Jasad Choir baru ditemukan pukuk 06.00 WIB di kebun tebu desa setempat, dan kemudian dilaporkan polisi. Petugas langsung melakukan penyelidikan, mengumpulkan barang bukti serta meminta keterangan saksi.

Hasilnya, tidak sampai 12 jam, satu pelaku bisa dibekuk. Dia adalah AF (17), warga Dusun Tegalan, Desa Curahmalang, Kecamatan Sumobito.

"Sedangkan tujuh pelaku lainnya masih buron. Namun demikian, kita sudah mengantonginidentitas mereka. Kami berharap para pelaku yang kabur segera menyerahkan diri," kata Gatot mengimbau.

Selain menangkap AF, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya, satu unit sepeda motor Yamaha Mio Soul nopol S 3499 ZO, empat batang kayu yang terdapat bercah darah, serta dandal dan pakaian korban.

"Pelaku dijerat pasal 170 KHUP tentang penganiayaan secara bersama-sama di depan umum hingga menyebabkab hilangnya nyawa. Ancaman hukuman 12 tahun penjara," pungkas Gatot. (TribunJatim.com/Sutono)

Penulis: Sutono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved