Tahun Depan, Peserta SBMPTN Pilih Jurusan Setelah Tes Masuk Perguruan Tinggi

Kebijakan itu terkait proses seleksi yang berstandar nasional dengan mengacu pada prinsip adil, transparan, fleksibel, efisien, akuntabel.

Tahun Depan, Peserta SBMPTN Pilih Jurusan Setelah Tes Masuk Perguruan Tinggi
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 di Kampus ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Selasa (8/5/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah menetapkan kebijakan terkait Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2019.

Kebijakan itu terkait proses seleksi yang berstandar nasional dengan mengacu pada prinsip adil, transparan, fleksibel, efisien, akuntabel serta sesuai perkembangan teknologi informasi di era digital.

Rektor UNAIR yang sempat menjabat sebagai Ketua Panitia Lokal 50 SBMPTN 2018, Prof Mohammad Nasih mengungkapkan, perubahan aturan ini tidak terlalu berbeda.

Selesksi masuk perguruan tinggi tetap melalui tiga jalur, yakni Jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Jalur Seleksi Mandiri.

Demi Bayar Utang Operasi Istri, Penjual Sayur Asal Surabaya Edarkan Narkoba di Rumahnya

"Hanya saja, jalur Seleksi SBMPTN 2019 hanya menggunakan satu metode tes, yaitu Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Tidak ada lagi tes yang menggunakan kertas,"urainya dikonfirmasi SURYA.co.id (Grup TribunJatim.com) Senin (22/10/2018).

Kemudian, calon mahasiswa yang mendaftar bisa mengikuti tes terlebih dahulu sebelum memilih program studi.

Tes yang dilakukan di awal ini, lanjutnya, akan dibagi ke dalam berbagai gelombang dengan waktu yang sama.

"Akan ada dua belas kali tes dalam kurun waktu kurang lebih dua bulan setiap hari Sabtu dan Minggu. Jadi tidak ada pengumpulan massa dalam waktu yang bersamaan,"urainya.

Bantu Kebutuhan dan Lecut Semangat Tim, Nobar Aremania di Halaman Stadion Diharap Tetap Berlangsung

Setelah ujian, peserta memasuki tahap selanjutnya dengan memilih jurusan yang ingin dimasuki.

Dengan mengetahui hasil nilai, maka calon mahasiswa bisa mengukur hasil nilai dengan program studi yang akan dipilih.

"Mengenai lokasi ujian, masih sama dilaksanakan di seluruh PTN di Indonesia. Hanya, tahun 2019 tidak ada sistem Panitia Lokal lagi, semua akan terpusat oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT),"ujarnya.

LTMPT ini akan menggantikan Panitia Pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri (Panpus SNPMB PTN) yang selama ini menjadi penyelenggara seleksi.

Geruduk Kantor Disnakertrans Jatim, Buruh Tuntut Outsourcing Dihilangkan

Jika dulunya mereka bersifat ad hoc, kali ini mereka akan menjadi lembaga permanen.

Mengenai kuota pada masing-masing jalur, Mohammad Nasih mengungkapkan tidak akan jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.

"Hanya saja aturan tahun ini untuk SNMPTN minimal 20 persen, SBMPTN minimal 40 persen, Mandiri maksimal 30 persen. Kurang lebih kuota penerimaan di Unair akan pada angka-angka tersebut," ujarnya.

Peringati Hari Santri, Bupati Bojonegoro: Hari Santri Babak Baru Sejarah Umat Islam Indonesia

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Ayu Mufihdah KS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved