Pimpin Operasi Zebra Semeru 2018, Kapolres Pasuruan Akan Terapkan 3 Pola Saat Razia

AKBP Raydian Kokrosono menjelaskan, ada tiga pola yang akan diterapkan kepolisian selama operasi ini.

Pimpin Operasi Zebra Semeru 2018, Kapolres Pasuruan Akan Terapkan 3 Pola Saat Razia
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Kapolres Pasuruan, AKBP Raydian Kokrosono, saat bersama Ketua MUI Kabupaten Pasuruan KH Nurul Huda saat melihat kondisi mobil dinas milik Satlantas Polres Pasuruan. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Kapolres Pasuruan, AKBP Raydian Kokrosono, memimpin langsung apel gelar pasukan Operasi Zebra Semeru 2018 di halaman Polres Pasuruan, Selasa (30/10/2018) sore.

Dalam kesempatan ini, AKBP Raydian Kokrosono mencoba langsung kendaraan dinas milik Satlantas Polres Pasuruan bersama Ketua MUI Kabupaten Pasuruan, KH Nurul Huda.

Di dalam, ia memeriksa semua kelengkapan fasilitas yang dimiliki mobil dinas anggotanya, mulai dari mesinnya, rotator, bel, dan lain-lain.

AKBP Raydian Kokrosono juga mengecek satu per satu kendaraan yang akan digunakan selama pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2018 ini.

Masuki Tahun Politik, Sekretaris PW GP Ansor Jatim Imbau Ansor dan Banser Jatim Tak Grusa-grusu

Kepada Surya, AKBP Raydian Kokrosono menjelaskan, operasi ini dilakukan selama 14 hari, yakni mulai 30 Oktober-12 November 2018.

Ia menyebut selama kurun waktu itu akan ada kegiatan besar-besaran di kepolisian.

"Ini operasi pra operasi lilin di natal dan tahum baru. Operasi ini akan dilaksanakan selama 14 hari ke depan," katanya.

AKBP Raydian Kokrosono menjelaskan, ada tiga pola yang akan diterapkan kepolisian selama operasi ini.

Pola yang diterapkan di antaranya Preemtif sebanyak 10 persen, Preventif 10 persen, dan 80 persen represif. 

Fokus Laga Selanjutnya, Djanur Minta Persebaya Segera Lupakan Kekalahan dari Persipura Jayapura

"Sasarannya pengguna jalan yang bermain handphone saat berkendara, tidak menggunakan helm, melawan arus, dan jenis pelanggaran lainnya yang sekiranya berpotensi membahayakan dirinya sendiri dan pengguna jalan lainnya," tambah dia.

Ia menjelaskan, setiap tahunnya, tren penindakan di Pasuruan sangat banyak, namun kecenderungan pelanggar setiap tahunnya mengalami penurunan.

Artinya, penindakan banyak membuat orang sadar akan pentingnya tertib dalam berlalu lintas.

"Tujuannya sebenarnya hanya ingin menyadarkan orang untuk mematuhi tata tertib berlalu lintas dengan harapan bisa mengurangi angka kecelakaan. Kenapa kecelakaan tinggi, karena kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas," pungkas dia.

Hayono Isman Sampaikan Duka Atas Insiden Pesawat Lion Air

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Ayu Mufihdah KS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved