Pengakuan Karyawan Korban Preman 'Sakram' di Surabaya: Terpaksa Keluarkan Uang karena Diminta Atasan

Lima anggota komplotan preman Sakaratul Maut (Sakram) menjalani sidang dengan agenda keterangan saksi pada Senin (5/11/2018).

Pengakuan Karyawan Korban Preman 'Sakram' di Surabaya: Terpaksa Keluarkan Uang karena Diminta Atasan
TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI
Komplotan preman 'sakram' menjalani sidang lanjutan di Ruang Garuda 2, Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (5/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Lima anggota komplotan preman Sakaratul Maut (Sakram) menjalani sidang dengan agenda keterangan saksi pada Senin (5/11/2018).

Kelima terdakwa, yakni Dwi Wahyu, Imam Safi'i, Sadir, Hariyono, dan Bambang Suherman duduk di kursi pesakitan sembari mendengarkan dua saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni Muhammad Syaikul Fatah dan Fitri Yunita.

Saat itu, Syaikul, yang juga korban 'pemerasan' preman tersebut terlebih dulu memberikan keterangan pertama kali.

Lalu, dilanjut dengan Fitri.

Fitri memberikan keterangan sebagai saksi, ia mengatakan hanya menjalankan tugasnya di PT Indah Logistik.

Sidang Lanjutan Komplotan Preman Sakram di Surabaya, Saksi: Terpaksa Saya Kasih Uang, Saya Takut

Fitri menuturkan, ia terpaksa mengeluarkan uang senilai Rp 200.000 yang diminta atasannya, yakni Syaikul tanpa alasan yang jelas.

"Saya terpaksa mengeluarkan uang Rp 200.000 itu atas perintah Kepala Cabang saya (Syaikul). Awalnya saya kurang tahu untuk apa," papar Fitri saat sidang di Ruang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (5/11/2018).

Lalu, Fitri pun tak berdiam diri.

Ia mengaku sempat mencari tahu mengapa ia diminta mengeluarkan uang tersebut.

Halaman
123
Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved