Keluarga Korban Baliho Ambruk di Kota Madiun, Minta Partai dan Caleg Bertangungjawab

Keluarga korban jatuhnya baliho caleg yang terjadi di Jalan Pelita Tama, Rejomulyo, Kartoharjo, Kota Madiun, pada Minggu (11/11/2018) kemarin, meminta

Keluarga Korban Baliho Ambruk di Kota Madiun, Minta Partai dan Caleg Bertangungjawab
(Surya/Rahadian bagus)
Korban baliho yang ambruk, Jumiatun (60) dan Fatimah Nikmah Askia (7) berharap caleg dan partai bertanggungjawab. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Keluarga korban jatuhnya baliho caleg yang terjadi di Jalan Pelita Tama, Rejomulyo, Kartoharjo, Kota Madiun, pada Minggu (11/11/2018) kemarin, meminta agar partai dan caleg bersangkutan bertanggungjawab penuh hingga korban pulih kembali.

"Saya nggak minta apa-apa, cuma minta perawatan sampai sembuh," kata Suparlan (71), kepala keluarga korban, saat ditemui di rumahnya di Jalan Sarimulyo no 37, Kota Madiun kepada TribunJatim.com, Selasa (13/11/2018) pagi.

Suami dari Jumiatun (60) ini berharap, partai dan caleg bersangkutan membantu pengobatan istri, anak, dan dua cucunya hingga benar-benar sembuh. Sebab, saat ini istri, anak dan cucunya masih terbaring di ranjang, dengan luka-luka di sekujur tubuh.

Dia mengatakan, Senin (12/11/2018) sehari pasca kecelakan, pihak timses dari caleg yang bersangkutan sudah datang ke rumahnya untuk meminta maaf dan bersedia mengganti biaya pengobatan.

Dijanjikan Uang Raja Rp 23 Triliun, Ratna Sarumpaet Jadi Korban Penipuan hingga Rp 50 Juta

"Kemarin ada yang datang empat orang, meminta maaf, dan mengatakan tidak ada unsur sengaja. Mereka juga mau membantu, tapi nggak dijelaskan bantu seperti apa. Kemarin di UGD habis sekitar 900 ribu, mau diganti langsung. Tapi saya tidak mau, karena saat itu kan sifatnya masih perawatan darurat, belum dicek lagi," kata Suparlan kepada TribunJatim.com.

Suparlan mengatakan, sehari setelah terjadi kecelakaan tersebut, ia mendatangi lokasi kecelakaan.

Menurutnya, pemasangan baliho tersebut tidak sesuai dan pemasangannya kurang mempedulikan aspek keamanan.

"Kelihatannya cuma bambu disandarkan, nggak ditanam. Balihonya juga nggak diberi lubang, harusnya sesuai aturan kan dilubangi, supaya tidak ambruk jika kena angin. Warga di sekitar lokasi juga mengatakan, tiga hari sebelumhya sudah mau roboh," katanya.

Pantauan di lokasi, hingga saat ini , Jumiatun (60), Muhammad Zainudin (23), Fatimah Nikmah Askia (7) dan Muhammad Rasyid (1) hanya bisa berbaring di kasur akibat luka yang diderita.

Muhammad Zainudin (23) harus kehilangan gigi dan bengkak pada wajah dan kaki kanannya. Sementara itu, Fatimah Nikmah Askia (7) juga mengalami luka lecet dan lebam di wajahnya.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved