Berkas OTT Dispendukcapil Belum Dilimpahkan ke Kejari Jember

Penyidik belum melimpahkan berkas kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Jember

Berkas OTT Dispendukcapil Belum Dilimpahkan ke Kejari Jember
SURYA/SRI WAHYUNIK
Karangan bunga ucapan terimakasih atas OTT di Dispendukcapil oleh Polres Jember, Selasa (6/11/2018). 

 TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Penyidik belum melimpahkan berkas kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Jember ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember.

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo mengatakan, berkas perkara OTT itu belum dilimpahkan karena masih melengkapi pemeriksaan dan berkas administrasinya.

"Belum dilimpahkan karena penyidik harus menyiapkan seluruh berkas," ujar Kusworo kepada TribunJatim.com, Selasa (20/11/2018).

AKBP Kusworo Wibowo menjelskan, dalam waktu satu bulan, berkas itu akan bisa dilimpahkan ke Kejari Jember.

Diprediksi berkas akan dilimpahkan di bulan Desember mendatang. Sementara itu untuk pemeriksaan saksi, kata Kusworo, penyidik sudah menyelesaikan pemeriksaan kepada saksi-saksi.

Dikenal Jomblo Bertahun-Tahun, Syahrini Disebut Punya Pacar Saat Awal Kenalan dengan Reino Barack

Terkait tersangka baru, Kusworo menegaskan, sejauh ini tetap dua orang tersangka yang ditetapkan penyidik.

"Tetap dua tersangka itu, tidak ada tersangka baru," lanjut Kusworo kepada TribunJatim.com.

Ketika ditanya apakah perkara itu bisa mengembang ke Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Kusworo menjawab tidak menutup kemungkinan perkara itu menuju kesana.

"Bisa jadi mengembang kesana, sampai saat ini kami masih mengumpulkan bukti terkait aliran dana. Kami juga menunggu hasil dari PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan)," imbuhnya.

Update Terbaru, Berikut Nama 101 Jenazah Korban Lion Air JT 610 yang Berhasil Diidentifikasi

Seperti diberitakan, pada 31 Oktober lalu, Tim Saber Pungli Jember melakukan OTT di Kantor Dispendukcapil Jember. Polisi menetapkan dua tersangka dalam perkara itu yakni Kepala Dispendukcapil Jember Sri Wahyuniati dan calo dokumen Adminduk Abdul Kadar. Kadar juga dikenal sebagai pegiat LSM di Jember.

Saat OTT, polisi menyita uang tunai sebesar Rp 10.100.000. Saat konferensi pers, polisi membeber sejumlah barang bukti antara lain KTP, akta kelahiran, KK, ATM, uang tunai, buku rekening, juga KTP Sri Wahyuniati dan Abdul Kadar. (Sri Wahyunik/TribunJatim.com)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved