Ditinggal Pulang Kampung, Rumah di PPI Gresik Diacak-acak Maling, 2 Unit Laptop Raib Digondol Pelaku

Aksi kejahatan tersebut terjadi ketika penghuni rumah sedang pulang kampung untuk libur kerja di rumah orangtua.

Ditinggal Pulang Kampung, Rumah di PPI Gresik Diacak-acak Maling, 2 Unit Laptop Raib Digondol Pelaku
SURYA/SUGIYONO
Korban mengamati pintu rumah yang rusak akibat dibobol maling di Gresik, Minggu (2/12/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Aksi kejahatan pembobolan rumah terjadi di kediaman Alfin Zaki (29), Jalan Beton 16 Nomor 11, Perumahan Pongangan Indah (PPI) Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Gresik.

Pencurian itu terjadi ketika penghuni rumah sedang pulang kampung untuk libur kerja di rumah orangtua di Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Malang, pada Sabtu (1/12/2018) pagi.

Rumah dekat SMA Negeri Manyar yang berjarak sekitar 100 meter itu dalam keadaan kosong dan lampu teras menyala, sehingga membuat komplotan pencuri yang diduga sudah mengawasi sejak lama langsung beraksi.

Kondisi Perumahan Pongangan Indah yang cenderung sepi membuat komplotan pencuri leluasa masuk ke rumah dan membawa dua unit laptop.

Update Evakuasi Korban KM Gerbang Samudra I Pasca Terbakar di Perairan Karang Jamuang

“Dari informasi tetangga, bahwa sekitar pukul 10.30 WIB sampai jam 11.00 WIB ada mobil warna putih parkir di depan pintu. Kemudian ada suara keras yang diduga saat pencuri dobrak pintu rumah,” kata Alfin yang sehari-hari bekerja di PT Petrokimia Gresik, Minggu (2/12/2018).    

Aksi pencurian itu baru diketahui setelah adik Alfin, Hanan (23), pulang kerja sekitar pukul 15.30 WIB mampir ke rumah kakaknya. 

Saat mengunjungi rumah kakaknya, ia melihat pintu rumah rusak dan kamar yang acak-acakan.

“Saya langsung pulang ke Gresik. Dan ada yang lapor polisi,” imbuhnya.

Peringati Hari Aids Sedunia, Komunitas Hijabe di Gresik Ajak Warga Jauhi Penyakitnya Bukan Orangnya

Setelah diperiksa kamar-kamar, ternyata yang digondol komplotan pencuri hanya dua buah laptop.

“Kemungkinan pencuri ini mencari barang yang cepat dijual. Mereka sepertinya mencari perhiasan sehingga mengobrak-abrik isi lemari. Padahal ada dua motor beserta kuncinya. Akhirya hanya menemukan dua laptop di meja senilai Rp 10 Juta,” imbuhnya.  

Menurut Alfin, komplotan pencuri sudah mengintai sejak lama, sebab setiap akhir pekan Sabtu-Minggu selalu pulang ke orangtua.

“Apalagi saya juga melayani jual beli online sehingga tetangga tidak curiga jika ada mobil parkir di depan rumah,” katanya.

4 Kemudahan Pembayaran SIM dan SKCK di Polrestabes Surabaya, Gak Perlu Pakai Uang Tunai!

Sementara itu, satpam yang berjaga di salah pintu gerbang PPI, Khanafi mengatakan, untuk hari Sabtu pintu gerbang penghubung ke perkampungan tidak ditutup.

Karena hal tersebut, kata dia, sulit dikenali setiap mobil yang keluar masuk perumahan.

“Kecuali pemilik rumah lapor ke pos satpam jika akan meninggalkan rumah. Kita bisa memantaunya jika ada orang yang mencurigagan di depan rumah,” kata Khanafi.

Gugat Cerai Suami, Bos Empire Palace Mengaku Siap Jadi Imam untuk Anak-anaknya

Penulis: Sugiyono
Editor: Ayu Mufihdah KS
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved