Harga Bawang Merah di Pedagang Surabaya Rp 22 Ribu-Rp 26 Ribu, Petani: Itu Impas Belum Naik

Harga bawang merah di sejumlah pasar di Surabaya terpantau Rp 18 ribu per kilogram menjadi Rp 22 ribu per kilogram untuk ukuran kecil.

Harga Bawang Merah di Pedagang Surabaya Rp 22 Ribu-Rp 26 Ribu, Petani: Itu Impas Belum Naik
TRIBUNJATIM.COM/ARIE NOER RACHMAWATI
Sitin (60) pedagang di Pasar Wonokromo Surabaya yang berjualan kurang lebih 30 tahun, Rabu (5/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Harga bawang merah di sejumlah pasar di Surabaya terpantau Rp 18 ribu per kilogram menjadi Rp 22 ribu per kilogram untuk ukuran kecil.

Sedangkan, ukuran besar Rp 22 ribu menjadi Rp 26 ribu per kilogram.

Ketua Asosiasi Petani Bawang Merah Indonesia (APBMI) Jawa Timur, Akad mengatakan, sebenarnya harga bawang merah saat ini belum dikategorikan naik, justru malah sebanding.

Daftar Harga Xpander hingga Pajero Sport di Pameran Mitsubishi Motors Tunjungan Plaza 6 Surabaya

Ini Cara Mengikuti #MimpiJadiGampang dari OPPO Indonesia, Bisa Dapat Hadiah Rumah sampai Umrah

"Di tingkat petani saat ini harga bawang sekitar Rp 13 ribu sampai Rp 14 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 9 ribu-Rp 10 ribu per kilogram. Ini sudah berlangsung lima hari," katanya, Jumat (7/12/2018).

Menurutnya, harga bawang merah di tingkat petani dan di tingkat pedagang saat ini dikategorikan sebagai harga impas.

Pasalnya, harga bawang di tingkat petani sempat anjlok drastis padahal stok berlimpah dari hasil panen Agustus lalu.

5 Manfaat Bawang Hitam yang Jarang Diketahui, Cegah Risiko Kanker Hingga Turunkan Berat Badan

Akhir Tahun, Pengusaha Ritel Siapkan Promo hingga Dekorasi untuk Gaet Pelanggan

"Munculnya harga segitu di tingkat pedagang belum dikategorikan naik karena tidak sebanding risiko penyusutan dan biaya pergudangan bawang merah di tingkat petani," terangnya.

Memang kata Akad, klasiknya di komoditas bawang merah ini harga dari petani sampai ke pedagang biasanya melewati sekitar kurang lebih 4-5 tahapan.

"Jadi pedagang punya masing-masing barang dan mau tidak mau bertarung di pasar. Terkadang ada juga pedagang yang belum tentu full modal. Nah, inilah yang menyebabkan setelah bawang merah dibeli harus sesegera mungkin dijual agar tidak rugi," jelasnya.

Jelang Persebaya Vs PSIS, Begini Komentar David da Silva soal Perburuan Gelar Top Skor Liga 1 2018

Terinspirasi Pantai Pink di Lombok, Yenny Ries Luncurkan Koleksi Inges di Surabaya

Terkait pasokan apalagi memasuki musim hujan, dikatakan Akad, barang masih tergolong aman dan berlimpah. Sebab, di awal 2019 nanti musim panen akan berlangsung dan saat ini tanaman sudah mulai dipersiapkan.

"Sekarang tanamannya sudah ada yang umur 20 hari-25 hari. Januari 2019 nanti diperkirakan sudah panen dan kalau bilang kebutuhan Jawa Timur sudah sangat cukup. Di Nganjuk dan Probolinggo saja, panennya sekitar 9.000 hektar," katanya.

Belum lagi pasokan dari luar Jawa Timur juga, lanjut Akad, terkadang masuk di Jawa Timur misal daerah Bima dan Tegal sehingga pasokannya semakin bertambah.

Bawang Goreng Mijimij Hiasi Kreasi Kuliner Food and Culture Festival di Cito Surabaya

Jelang Natal, Gerai di Grand City Surabaya Siapkan Paket Spesial, Ada VI VE RE dan The Body Shop

"April nanti juga musim panen lagi. Jadi diperkirakan Januari nanti harga bawang merah normal minimal Rp 10 ribu dan maksimal Rp 15 ribu," lanjutnya lagi.

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved