Gelombang Air Laut di Pamekasan Naik, Nelayan Tak Berani Melaut

Pada Kamis malam (20/12/2018), air laut di Pantai Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan Madura, naik sampai menutupi jalan dermaga.

Gelombang Air Laut di Pamekasan Naik, Nelayan Tak Berani Melaut
SURYA/MUCHSIN RASJID
Dua jenazah warga Probolinggo ditemukan di perairan Pantai Kramat, Tlanakan, Pamekasan, dan Camplong, Sampang, Kamis (25/10/2018). 

 TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Pada Kamis malam (20/12/2018), air laut di Pantai Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan Madura, naik sampai menutupi jalan dermaga.

Warga setempat menduga, naiknya gelombang air laut ada kaitannya dengan meletusnya Gunung Anak Krakatau.

Nelayan di Pantai Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan memilih tidak pergi melaut, karena angin kencang dan gelombang tinggi masih terus berlangsung.

Hozali satu di antara para nelayan menyatakan, bahwa dirinya bersama nelayan lainnya mengaku sudah satu minggu tidak melaut. Terhitung sejak hari Kamis-Rabu. Hal itu disebabkan karena tingginya gelombang ombak yang naik.

“Sudah satu minggu kami tidak melaut, karena di tengah laut cuacanya buruk, angin kencang dan ombak besar. Apalagi saat Kamis malam air naik menutupi dermaga. Kami semua mengawasi sampan takut kebawa arus," ujarnya kepada TribunJatim.com, Rabu (26/12/2018).

Ini Lagu yang Dinyanyikan Dylan Sahara dengan Juliana Moechtar Sebelum ke Banten, Firasat?

Tutup Lubang Jalan di Tropodo Membahayakan, Warga Sukarela Pasang Rambu Seadanya

Warga di Kecamatan Kencong Jember Harus Tembus Banjir Setinggi Dada Orang Dewasa untuk Ambil Bantuan

Diakui oleh para nelayan lainnya, Abdul Aziz, biasanya ia melaut bersama delapan orang lainnya. Dalam menangkap ikan ia berangkat pukul 02:00 WIB.

“Selama seminggu ini cuaca buruk, saya hanya menjaga sampan agar tidak dibawa arus ombak,” ujar Abdul Aziz kepada TribunJatim.com.

Ombak tinggi juga meyebabkan sampah berserakan dimana-dimana. (Kuswanto Ferdian/TribunJatim.com).

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved