Unjuk Rasa, Massa 'Gerakan Melawan Lupa' Beberkan Rapot Merah DPRD Gresik

Masyarakat Gresik yang tergabung dalam Gerakan melawan lupa menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRD Gresik Jl Wachid Hasyim, Gresik

Unjuk Rasa, Massa 'Gerakan Melawan Lupa' Beberkan Rapot Merah DPRD Gresik
SURYA/SUGIYONO
Masyarakat Gresik yang tergabung dalam Gerakan melawan lupa berunjuk rasa di depan gedung DPRD Gresik. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan rapot merah untuk rezim, Rabu (2/1/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Masyarakat Gresik yang tergabung dalam Gerakan melawan lupa menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRD Gresik Jl Wachid Hasyim, Gresik pada Rabu (2/1/2019) siang.

Puluhan massa membentangkan spanduk bertuliskan Rapot merah untuk Rezim.

Massa menilai bahwa selama ini pemerintah daerah Kabupaten Gresik dirasa gagal dalam mensejahterakan rakyatnya.

Ada berbagai program pemkab Gresik yang tidak bisa dinikmati oleh masyarakat.

(Nilmaizar Tak Lagi Latih PS Tira, Sang Pelatih Pilih Ikut Pileg 2019)

(6 Foto Kaesang Pangarep dan Felicia Tissue Sang Kekasih yang Jarang Terekspos dan Malah Lucu)

"Contohnya, pendidikan di Gresik masih mahal dan status tenaga pendidikan guru honorer non K2 yang belum tuntas kesejahteraannya," ucap koordinator aksi, Syaifudin.

"Di Bidang kesehatan adanya indikasi korupsi oleh mantan Kepala Dinas Kabupaten Gresik," kata Syafiudin.

Massa juga mengkritisi banyaknya pembangunan mall dan industri di Gresik yang menurutnya belum dirasakan oleh masyarakat luas.

Masih banyak produk makanan yang bukan produk asli Gresik, tenaga kerja pun belum banyak melibatkan masyarakat Gresik.

"Adanya investasi di Gresik belum dirasakan secara merata oleh masyarakat. Sebab, produk dan tenaga kerja masih belum banyak menyerap produk dan tenaga kerja asli masyarakat Gresik," imbuhnya.

(Jembatan Penyeberangan Ramah Difabel Mahasiswa ITS Sabet Dua Juara Kompetisi Gambar Teknik Nasional)

(Mahasiswa Teknik Infrastruktur Sipil ITS Rancang Jembatan Penyeberangan Ramah Difabel)

Namun, dari penilaian yang kurang baik tersebut, DPRD Gresik masih optimis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gresik.

Hal itu terlihat dari anggaran pendidikan dengan alokasi anggaran untuk pembelian seragam sekolah tingkat SD dan SMP Sederajat secara gratis.

"Kita sudah mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan pelayanan masyarakat. Seperti dana di kesehatan, pendidikan, peningkatan UKM dan pelatihan tenaga kerja bagi pemuda. Kalau belum dirasakan, ya memang belum merata," kata Wakil Ketua DPRD Gresik Syafi AM yang juga anggota Fraksi PKB.

Massa yang tidak mau beraudiensi dengan DPRD Gresik akhirnya membubarkan diri setelah berorasi yang dijaga ketat aparat kepolisian, TNI dan Satpol PP Kabupaten Gresik.

Reporter: Surya/Sugiyono.

(Kubu Prabowo-Sandiaga Bongkar Alasan Dirikan Posko di Dekat Rumah Jokowi di Solo)

(Brigade Evakuasi Popok Sudah Ajukan Tuntutan ke Produsen Popok Namun Belum Ada Tanggapan)

Penulis: Sugiyono
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved