Ketua KSP Galang Artha Sejahtera Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Korupsi KUR BNI Cabang Madiun

Polisi menetapkan Hendri sebagai tersangka korupsi dana fiktif KUR, setelah mengantongi bukti kuat dan melakukan gelar perkara.

Ketua KSP Galang Artha Sejahtera Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Korupsi KUR BNI Cabang Madiun
Shutterstock
Ilustrasi korupsi 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Tim penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Madiun akhirnya menetapkan Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Galang Artha Sejahtera, Hendri Winarno (35) sebagai tersangka.

Polisi menetapkan Hendri sebagai tersangka korupsi dana fiktif KUR, setelah mengantongi bukti kuat dan melakukan gelar perkara, pada Senin (7/1/2018) kemarin.

"Kemarin Senin (7/1/2019), sudah dilakukan gelar penetapan tersangka, jadi naik dari saksi menjadi tersangka. Setelah ini kami akan melakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan, untuk diperiksa sebagai tersangka," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Madiun, AKP Logos Bintoro, saat dikonfirmasi, Selasa (8/1/2019) siang.

Kasus Korupsi Pengadaan Komputer Dindik Kota Madiun Berjalan Setahun, Polisi Tunggu Audit BPKP

Sementara, ketika ditanya apakah tersangka akan ditahan setelah diperiksa, Logos mengatakan, hal itu nantinya akan menjadi kewenangan penyidik, dengan melihat beberapa pertimbangan setelah dilakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan.

"Terkait masalah penahanan itu kan subjektif, artinya alasan penahanan itu kan pertama karena dikhawatirkan dia melarikan diri, atau dikhawatirkan menghilangkan barang bukti. Tapi ini kan juga belum kami panggil, baru gelar penetapan tersangka," kata Logos.

Ditanya, apakah akan ada tersangka lain atau keterlibatan oknum pegawai BNI dalam kasus ini, Logos belum dapat menyimpulkan, sebab pihaknya baru akan mengorek keterangan dari tersangka.

Ada Festival Nasi Pecel Pincuk di Nganjuk, Ratusan Warga Nikmati Makan Sambil Lesehan

Diduga Minta Motor Tak Dituruti, Pelajar SMP di Madiun Nekat Gantung Diri di Kamar Mandi

"Sementara satu (tersangka), kami masih kembangkan. Setelah ini kan kami periksa tersangka," imbuhnya.

Logos menambahkan, berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Timur, kerugian negara akibat tindak pidana korupsi ini mencapi Rp 1,2 miliar.

Diberitakan sebelumnya, Tim Penyidik Tindak Pidana Korupsi Polres Madiun menemukan adanya aliran dana fiktif Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan BNI Cabang Madiun kepada KSP Galang Artha Sejahtera.

Kasus ini mulai ditangani pihak Tikipor Polres Madiun, sejak Oktober 2017.

Jane Shalimar Tanggapi Kabar Vanessa Angel Disindir soal Karma oleh Faye Nicole & Didi Mahardika

Gelar Konser Solo sebelum Wamil, Changsub BTOB: Aku Tak Bisa Buat Tempat Konser Jadi Lautan Air Mata

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved