Antisipasi Serangan DBD, RSUD Jombang Berburu Stok Trombosit ke Luar Daerah

Antisipasi Serangan DBD, RSUD Jombang Berburu Stok Trombosit ke Luar Daerah.

Antisipasi Serangan DBD, RSUD Jombang Berburu Stok Trombosit ke Luar Daerah
SURYA/SUTONO
Salah satu ruangan di RSUD Jombang yang dihuni pasien DBD. 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - RSUD Jombang sejak akhir tahun lalu menjalin kerja sama dengan beberapa Palang Merah Indonesia (PMI) di luar daerah, selain dengan PMI Jombang sendiri.

Kerja sama ini terkait pengadaan trombosit, yang itu dilakukan guna mengantisipasi meningkatnya kebutuhan trombosit bagi pasien demam berdarah dengue (DBD) di Jombang.

Serangan DBD di Jombang sudah memakan korban meninggal.

Warga Jombang Ini Sulap Limbah Kayu Mebel Jadi Miniatur Kapal Layar Seharga Hingga Rp 2,5 Juta

Direktur RSUD Jombang, Pudji Umbaran mengakui, dalam beberapa pekan terakhir, tren penyakit DBD sempat naik.

Kendati demikian, kondisi ini tidak berlangsung lama, sebab trennya kini kembali turun.

Namun demikian, dia tidak menampik ada sejumlah pasien positif DBD yang dirawat di RSUD, meski jumlahnya tidak banyak dan kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan.

“Untuk stok darah dan trombosit kami koordinasi dengan PMI Jombang. Selain itu kami juga kerjasama dengan PMI Mojokerto, Malang dan Surabaya," kata Puji Umbaran, Senin (14/01/19).

Kasus Penimbunan BBM Subsidi di Jombang, Tersangka Beri Tips Rp 100 Ribu pada Tiap Karyawan SPBU

Kerja sama dengan PMI luar daerah dilakukan karena PMI Jombang sendiri belum menjadi pengelola trombosit secara tuntas, sehingga bisa saja jika pasien DBD membengkak, bisa kewalahan.

"Jadi kerjasama dengan PMI lain ini untuk memenuhi kebutuhan atau stok trombosit agar tidak sampai kekurangan. Untuk trombosit idealnya memang secara aktif PMI Jombang membuat sendiri. Namun trombosit ini umurnya singkat, sehingga khawatir kalau tidak digunakan jadi merugi. Kami faham,” jelasnya.

Diketahui, tren serangan DBD di Jombang, mulai nampak.

Bahkan, sejak Desember 2018 hingga Januari 2019 Dinas Kesehatan setempat sudah tercatat 25 kasus positif DBD dengan jumlah korban meninggal sebanyak dua orang.

Penulis: Sutono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved