Warga Jombang Ini Sulap Limbah Kayu Mebel Jadi Miniatur Kapal Layar Seharga Hingga Rp 2,5 Juta
limbah kayu dari perusahaan mebel berupa potongan-potongan berbagai ukuran dan tak beraturan, tak banyak manfaatnya
Penulis: Sutono | Editor: Melia Luthfi Husnika
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Bagi kebanyakan orang, limbah kayu dari perusahaan mebel berupa potongan-potongan berbagai ukuran dan tak beraturan, tak banyak manfaatnya. Bahkan kerap dibuang di tempat sampah.
Namun tidak demikian dengan Sigit Waluyo (36), warga Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.
Berbekal keterampilan, lelaki ini menyulap limbah kayu ini menjadi miniatur kapal layar artistik dan bernilai jual lumayan tinggi.
Dijumpai di bengkel kerjanya yang sederhana, Sigit terlihat sibuk menyelesaikan sentuhan akhir pada karya miniatur kapal pinisi yang sudah mendekati sempurna alias 100 persen.
• Rumah Tak Terkunci, Dua Tamu Ini Temukan Nenek dari Jombang Tewas Membusuk dengan Tangan Terikat
Miniatur pinisi buatan Sigit juga nampak detail, mulai dari layar lengkap dengan talinya, bagian kemudi, tangga, hingga dek kapal nampak seperti aslinya.
Orang jarang menyangka miniatur atau replika kapal ini terbuat bahan limbah kayu mebel.
"Kecuali kain dan talinya, hampir semua bahan dari kayu limbah yang saya peroleh dari perusahaan mebel. Bahkan tripleknya juga bekas," kata Sigit, Minggu (13/1/2019).
Hanya saja, meskipun hampir semua bahan berupa limbah kayu, tetapi Sigit selektif dalam memilih limbah kayu yang akan digunakannya. Kayu-kayu yang dipilihnya juga diperlakukan khusus.
• Warga Jombang ini Sulap Kayu Bakar di Hutan Jadi Kerajinan Keren Bernilai Ekonomi
Sigit akan lebih dulu memilah kayu yang layak dipakai, lalu kayu-kayu yang sudah dipilih itu disemprot dengan zat kimia dan dijemur agar lebih kuat dan tahan rayap.
"Saya biasa pilih kayu jenis sengon dan jenis kamper. Di luar itu tidak saya pakai. Jati terlalu keras. Kalau triplek saya pakai untuk badan kapal," ungkapnya.
Sigit mengaku mulai belajar membuat miniatur kapal sekitar dua tahun silam, yakni pada 2016.
Dengan berbekal keterampilan di bidang pertukangan kayu yang dimilikinya, dia belajar secara otodidak dari media sosial dan aplikasi YouTube.
• Bobol Rumah Tanpa Rusak Kunci,Pencuri Ini Gasak Uang Ratusan Juta 9 Rumah di Jombang dari Lantai Dua
Dalam praktiknya, Sigit mampu membuat tiga jenis miniatur kapal. Yakni jenis kapal perang, kapal pesiar dan kapal pinisi (kapal dengan beberapa layar ala suku Bugis, Sulawesi Selatan).
Sigit mengakui, proses pembuatan miniatur kapal memakan waktu cukup lama. Ini karena harus memperhatikan detil, agar semirip mungkin dengan aslinya.
Untuk miniatur kapal berukuran 40 sentimeter x 20 sentimeter, Sigit butuh waktu sekitar sepekan.