Kasus Pencabulan Bocah Laki-laki 4 Tahun di Putat Jaya, Jaksa: Korban Trauma dan Takut

Ketua Majelis Hakim, Anne Rusianna memimpin sidang perdana terdakwa pencabulan, Nurhadi di Ruang Garuda Pengadilan Negeri (PN) Surabaya

Kasus Pencabulan Bocah Laki-laki 4 Tahun di Putat Jaya, Jaksa: Korban Trauma dan Takut
TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI
Nurhadi, terdakwa aksi pencabulan pada bocah empat tahun di Jalan Putat Jaya, jalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada Senin (14/1/2019) sore. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua Majelis Hakim, Anne Rusianna memimpin sidang perdana terdakwa pencabulan, Nurhadi di Ruang Garuda Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada Senin (14/1/2019) sore.

Kendati Jaksa Penuntut Umum, Damang Anubowo mengaku sudah punya alat bukti mulai visum hingga saksi, terdakwa Nurhadi masih saja menyangkalnya.

Data yang diperoleh TribunJatim.com menyebutkan, anak laki-laki berinisial SGV (4) telah menjadi korban pencabulan yang dilakukan Nurhadi.

Berdasarkan Visum Et Repertum Nomor : RM : 12.70.51.48 tanggal 14 Oktober 2018 terhadap saksi korban SGV dari Instalansi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD dr. Soetomo Surabaya menyebutkan.

(Kota Blitar Kembali Raih Penghargaan Adipura yang ke-14 Kali Secara Berturut-turut)

(Gelandang Muda Arema FC Mengaku Banyak Belajar dari Pavel Smolyachenko)

Polisi menyebutkan adanya luka lecet di saluran pembuangan korban.

"Korban SGV merasakan trauma dan takut," beber Jaksa Damang kepada TribunJatim.com, Senin (14/1/2019).

Akibat ulahnya itu, Nurhadi dikenakan pasal 76 E Juncto pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak

Usai hal itu, sidang dilanjutkan pada Kamis (17/1/2019) yang akan datang dengan agenda kesaksian.

(VIDEO: Menu Chicken Tandory yang Gugah Selera, Kuliner Khas India ala Best Western Papilio Hotel)

(Vanessa Angel Difasilitasi 6 Muncikari di Kasus Prostitusi Artis, Terungkap dari Digital Forensik)

Kasus ini terjadi pada Minggu (14/10/2018) sore sekitar pukul 15.00 WIB, di kamar rumah korban berinisial SGV (4) di Jalan Putat Jaya Sekolahan Surabaya.

Terdakwa kerap menginap di rumah korban, karena keduanya bertetangga.

Ketika itu, Nurhadi lantas memanggil SGV ke lantai dua kamarnya dengan alasan ingin melihat televisi.

Nurhadi lantas memaksa SGV menuruti aksi bejatnya.

Belum selesai, Nurhadi mengancam SGV agar tak menceritakan kepada siapapun.

Kendati demikian, kasus itu pun dapat terungkap oleh Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya.

(Segini Tunggakan BPJS Kesehatan di RSUD Ibnu Sina Gresik, Capai Nominal Rp 50 Miliar)

(Pantaskah Pelaku Prostitusi Online Menerima Cyber Bullying?)

Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved