Dua Pasien di Kabupaten Madiun Meninggal Akibat DBD, Dinkes Lakukan Fogging di 40 Titik Lokasi

Memasuki puncak musim penghujan, warga Kabupaten Madiun diimbau agar menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Dua Pasien di Kabupaten Madiun Meninggal Akibat DBD, Dinkes Lakukan Fogging di 40 Titik Lokasi
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun melakukan fogging, di Dusun Ngronggo, Desa Rejosari RT 11/ RW 13 Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, Rabu (16/1/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Memasuki puncak musim penghujan, warga Kabupaten Madiun diimbau agar menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Sebab, pada saat musim pengujan, ada banyak genangan air yang menjadi sarang nyamuk demam berdarah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Agung Triwidodo mengatakan, pada awal tahun ini, terdapat dua orang pasien di Kabupaten Madiun meninggal dunia akibat terkena demam berdarah dengue (DBD).

Belasan Orangtua Siswa SDN 01 Kartoharjo Kota Madiun Jadi Korban Penipuan Orang Tak Dikenal

Diduga Dibuang, Bayi Laki-laki yang Baru Dilahirkan Ditemukan di Semak-semak Desa Durenan Trenggalek

"Awal tahun 2019 ini sudah 46 kasus, dua di antaranya meninggal dunia," kata Agung saat dihubungi, Jumat (18/1/2019).

Sementara itu, menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, terhitung sejak Januari 2018 hingga Januari 2019, jumlah kasus DBD Kabupaten Madiun mencapai 170 kasus.

Dengan rincian, pada 2018 terdapat 124 kasus dan 1 pasien meninggal dunia.

Korban meninggal akibat DBD awal tahun ini seorang pelajar bernama Dinar Ahmad Ibrahim (11), warga Desa Sukosari, Kecamatan Dagangan, dan Kepala SD bernama Masyudi (59), Desa Durenan, Kecamatan Gemarang, Madiun.

Target Pendapatan Sektor Parkir Kota Madiun Tahun 2019 Rp 3,1 Miliar

Ilhoon BTOB Dapat Pesan Manis dari Eunkwang di Episode ke-100 Menjadi DJ di MBC Idol Radio

Sebagai upaya pencegahan, mulai awal Januari tahun ini, Dinkes Kabupaten Madiun bekerja sama dengan Puskesmas di wilayah Kabupaten Madiun, telah melakukan fogging di 40 titik di lokasi yang sudah terkena DBD.

Ia mengatakan, dibutuhkan kerja sama semua pihak, khususnya masyarakat untuk peduli dalam hal pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Sebab fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, namun tidak membunuh jentik nyamuk.

Diduga Pecah Ban, Minibus Angkut 16 Penumpang Terguling di Jalur Bojonegoro-Ngawi, 4 Orang Luka-luka

"Peningkatan kasus DBD di semua daerah meningkat. Kami mengajak masyarakat untuk lakukan PSN seminggu sekali," jelasnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dengan 3M, yaitu menguras bak mandi, menutup penampungan air, dan mengubur barang untuk memutus siklus hidup jentik nyamuk.

"Dan yang paling penting, bila ada keluarga yang sakit panas, selama dua hari berturut-turut segera diperiksakan ke dokter atau Puskesmas," tambahnya. (Surya/Rahardian Bagus)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved