PPN Desak PT GUN Untuk Realisasi Lowongan Kerja Bagi Eks AMT

PT Pertamina Patra Niaga (PPN) ikut mendorong PT Garda Utama Nasional (GUN) untuk benar-benar membuka lowongan kerja bagi eks awak mobil tangki (AMT)

PPN Desak PT GUN Untuk Realisasi Lowongan Kerja Bagi Eks AMT
sri handi lestari/surya
Para AMT anggota SP AMT PPN yang menolak pencatutan nama mereka dalam aksi eks AMT b 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PT Pertamina Patra Niaga (PPN) ikut mendorong PT Garda Utama Nasional (GUN) untuk benar-benar membuka lowongan kerja bagi eks awak mobil tangki (AMT) sebagai solusi atas tuntutan yang disampaikan dalam aksi demo beberapa waktu yang lalu.

Menurut Ayulia, Humas PT PPN, janganlah PT GHN hanya memberikan PHP alias Pemberi Harapan Palsu terkait hal tersebut.

“PT GUN harus menepati janji membuka lowongan kerja untuk mantan awak mobil tangki atau AMT. Janji membuka lowongan kerja hingga 21 hari dari tanggal 24 Januari harus dilaksanakan,” kata Ayulia, dalam keterangan yang diterima Selasa (29/1/2019).

Penegasan itu disampaikan Ayulia menanggapi pernyataan PT GUN yang akan membuka lowongan kerja kembali bagi mantan karyawan AMT. Lowongan kerja dilakukan sejak 24 Januari 2019 dan akan berlangsung selama 21 hari, atau hingga 13 Februari 2019.

Tawaran itu disampaikan PT GUN menyusul aksi di Jalan Medan Merdeka, Komplek Istana Negara di Jakarta yang dilakukan sekelompok orang yang mengatasnamakan buruh awak mobil tangki Pertamina.

Namun tawaran itu diabaikan mantan pekerja PT GUN. Sekelompok orang itu menuntut bisa dipertemukan langsung dengan perwakilan PT Pertamina Patra Niaga. Sekelompok orang itu kukuh pada tuntutan sebelumnya, yakni bisa menjadi buruh tetap PT Pertamina Patra Niaga (PPN) dan PT Elnusa Petrofin.

Menanggapi hal itu, Ayulia menegaskan, PT PPN tidak punya ikatan kerja dengan sekelompok orang yang hingga kini masih menyampaikan aspirasi di depan Istana Negara. Mereka itu adalah mantan karyawan yang bekerja menjadi AMT di PT GUN.

“Jadi sudah betul jika PT GUN berupaya mencari solusi atas aspirasi mantan karyawannya yang ingin bisa bekerja kembali. Jika mantan AMT itu ingin bisa bekerja kembali, niat baik PT GUN itu semestinya juga disambut baik,” kata Ayulia.

Dalam proses rekrutmen kembali mantan karyawan itu, Ayulia menyarankan PT GUN tetap berpedoman pada data eks karyawan AMT PT GUN. Patokan pada data sangat dibutuhkan agar, yang direkrut benar-benar eks karyawan AMT PT GUN.

“Jangan sampai ada masalah baru, misalnya, yang direkrut ternyata nggak pernah bekerja sebagai AMT PT GUN. Pencocokan data dengan identitas masing-masing pelamar harus dilakukan secara cermat,” tegas Ayulia.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved