Ahmad Dhani Benarkan Isi Surat Curhatannya Ditahan Selama 30 Hari di Rutan Medaeng Sidoarjo

Ahmad Dhani membenarkan isi surat curhatannya selama menjalani vonis di Rutan Medaeng, Sidoarjo, Selasa (12/02/2019).

Ahmad Dhani Benarkan Isi Surat Curhatannya Ditahan Selama 30 Hari di Rutan Medaeng Sidoarjo
SURYA.CO.ID/AHMAD ZAIMUL HAQ
Musisi dan politikus Ahmad Dhani Prasetya (ADP) saat menjalani sidang perdana kasus pencemaran nama baik dengan agenda sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (7/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Ahmad Dhani membenarkan isi surat curhatannya selama menjalani vonis di Rutan Medaeng, Sidoarjo, Selasa (12/02/2019).

Ahmad Dhani datang kembali ke Rutan Medaeng sekitar pukul 10.40 WIB setelah melaksanakan sidang eksepsi di PN Surabaya.

Setelah keluar dari mobil tahanan yang membawanya, Ahmad Dhani langsung menjawab pertanyaan para awak media terkait kebenaran surat curhatnya tersebut.

Suasana Meriah Sambut Keberangkatan Ahmad Dhani Dari Rutan Medaeng ke PN Surabaya

VIDEO TERBARU - Gaya Terkini Ahmad Dhani Saat Keluar dari Rutan Medaeng Menuju Tempat Sidang

Ahmad Dhani Keluar Dari Rutan Medaeng, Jalani Sidang Eksepsi di PN Surabaya

"Benar-benar, pada intinya saya mempertanyakan mengapa saya ditahan 30 hari di sini (Rutan Medaeng). Saya sedang tidak menjalani vonis," terangnya.

Ahmad Dhani juga menambahkan, perlu ditanyakan alasan dirinya ditahan 30 hari di Rutan Medaeng.

"Perlu diingat, saya tidak sedang menjalani vonis. Saya tulis (surat curhatnya) di dalam rutan," tambahnya.

Video Mulan Jameela Keluar Dari Rutan Medaeng Setelah Kunjungi Ahmad Dhani Selama 2 jam

Ahmad Dhani Tulis Surat Saat di Rutan Medaeng, Pertanyakan Dibui Selama 30 Hari, Ini Isi Suratnya

Jenguk di Rutan Medaeng, Bambang Haryo Ungkap Kondisi Ahmad Dhani Sangat Sehat

Sebelumnya, Ahmad Dhani menulis surat yang ia tulis sendiri di dalam rutan.

Yang mempertanyakan alasannya dia mendapat vonis ditahan selama 30 hari.

Tidak hanya itu saja, dalam surat tersebut juga mempertanyakan mengapa dirinya harus dipindahkan ke Rutan Medaeng, Sidoarjo.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved