Pemkot Surabaya Siapkan Destinasi dan Event Baru untuk Menarik Wisatawan

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berinovasi mengembangkan kawasan-kawasan yang memiliki nilai historis dan otentik.

Pemkot Surabaya Siapkan Destinasi dan Event Baru untuk Menarik Wisatawan
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Parade Bunga di Surabaya. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dalam rangka terus menambah destinasi wisata baru di Kota Pahlawan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berinovasi mengembangkan kawasan-kawasan yang memiliki nilai historis dan otentik.

Satu di antaranya, tahun ini Kota Surabaya akan memiliki destinasi wisata baru, yaitu kawasan Kota Lama, yang meliputi kawasan Jalan Panggung, Jalan Kembang Jepun, Jalan Karet, dan juga dihubungkan hingga ke wisata religi Ampel.

Untuk itu, saat ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, selain menyiapkan infrastruktur juga menyiapkan paket-paket wisata yang bisa ditawarkan untuk menghidupkan dan mempromosikan kawasan wisata Kota Lama.

Usai Juarai Piala Soeratin 2019, Persebaya U-17 Terima Hadiah dari Pemkot Surabaya

Catat Kalender Event Pariwisata Surabaya 2019, Festival Rujak Uleg akan Pecahkan Rekor MURI

"Saat ini sedang progress pengecatan di kawasan Jalan Kembang Jepun. Kami menargetkan saat Festival Rujak Uleg, wajah Kembang Jepun sudah baru," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, Senin (11/2/2019).

Untuk penyiapan wisata baru ini, rencananya juga bakal dilengkapi dengan paket wisata perahu.

Untuk itu, kini sedang ditambah dermaga sebanyak dua titik di sekitar Jembatan Merah.

Sehingga, nanti wisatawan bisa menikmati wisata perahu, lalu ke kawasan wisata Kota Lama.

Tri Rismaharini Beri Penghargaan 25 Jajaran Kejari yang Selamatkan Puluhan Aset Kota Surabaya

Antisipasi Flu Babi, Pemkot Surabaya Lakukan Sosialisasi, Mulai Gejala hingga Cara Antisipasi

Selain itu, juga ada festival baru yang digagas untuk menciptakan destinasi baru yaitu Festival Kayoon.

Festival ini akan spesial karena akan digelar dengan momen mekarnya bunga tabebuya.

"Ini festival yang akan menghidupkan tradisi puteran di sepanjang Jalan Kayoon saat zaman Belanda dulu, yakni saat menunggu kereta jalan-jalan dan kuliner di Jalan Kayoon," pungkas Antiek Sugiharti.

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved