Khofifah dan Emil Dilantik Hari Ini, Berikut Pesan dari Pemuda Muhammadiyah Jatim

Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim periode 2019-2024, Rabu (23/2/2019) di Istana Negara.

Khofifah dan Emil Dilantik Hari Ini, Berikut Pesan dari Pemuda Muhammadiyah Jatim
ISTIMEWA
Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak usai dilantik jadi Gubernur dan Wagub Jatim di Istana Negara, Rabu (13/2/2019) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim periode 2019-2024, Rabu (23/2/2019) di Istana Negara, Jakarta.

Khofifah dan Emil menggantikan Soekarwo (Pakde Karwo) dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang telah memimpin Jatim selama 2 periode.

Dengan adanya pemimpin yang baru ini, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jatim, Dikky Syadqomullah berharap pertumbuhan ekonomi Jatim lebih maju ke depannya.

Satu di antara jalannya adalah pemerintah harus lebih serius menggerakkan potensi anak muda kreatif di Jatim dengan menggagas program-program kreatif melalui usaha baru.

Khofifah Dikenal Pendobrak Dominasi Pria Gerakan Mahasiswa, Inilah Penuturan Kader PMII

Purna Tugas, Gus Ipul Titip Khofifah Indar Parawansa Perhatikan Dua Hal di Jawa TImur

Khofifah-Emil Besok Dilantik Jadi Gubernur Jatim Oleh Presiden Jokowi, Ini Pesan Khusus Pakde Karwo

Dikky juga berharap pemerintah harus mengurangi ketergantungan investasi eksktraktif dan minerba yang menguntungkan secara ekonomis, namun merugikan secara ekologis dan juga berdampak terhadap sosiologis.

"Menggerakkan start up dan industri kreatif yang dilakukan oleh kelompok milenial akan meningkatkan kompetitif anak muda Jawa Timur agar siap mengarungi era pasar bebas ASEAN," tutur pria yang juga Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya ini.

Khofifah diharapakan Dikky juga harus mampu membangun kultur kolektif dengan merangkul semua elemen masyarakat dan mampu menyisihkan simbol dan ego pendukungnya, agar tidak terjadi konflik horizontal yang justru menjadi penghambat jalannya pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat Provinsi Jawa Timur.

Hal itu penting karena menurut Dikky, jalannnya roda pemerintahan sangat bergantung pada kondusivitas masyarakat Jawa Timur.

Khofifah-Emil Sudah Tutorial ke Pakde Karwo, Sebut Kini Sudah Soft Landing

Usai Dilantik Khofifah - Emil Akan Sujud Syukur di Masjid Al Akbar Surabaya

Pakde Karwo Pamitan pada Forkompida dan Stakeholder Jatim, Khofifah dan Emil Turut Hadir

"Pemuda Muhammadiyah di Jatim dengan latar belakang generasi milenial akan selalu mendukung setiap kebijakan yang berpihak terhadap kepentingan dan kemajuan bagi masyarakat Jatim. Namun, di sisi lain kami juga akan sangat kritis dalam mengawal pembangunan," ucapnya.

Dikky juga berharap Program Keluarga Harapan (PKH) yang pernah dijalankan Khofifah sebagai Menteri Sosial RI, mendapatkan perhatian khusus.

Ia khawatir PKH akan menjadi candu bagi masyarakat jika kesadaran dan tanggung jawab untuk mengentaskan kemiskinan secara supra-struktur tidak dibangun oleh Pemprov Jatim.

"Ada kekhawatiran bahwa PKH Plus tersebut tidak tepat sasaran, rawan dipermainkan, dan rentan praktik korupsi. Sehingga lebih penting untuk memandirikan masyarakat oleh Pemprov Jatim," tutur Dikky.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved