Jika Pemesannya Perempuan, Sopir Angkot dari Jombang Ini Bisa Jual Pil Koplo Dibarter Layanan Seks

Jika Pemesannya Perempuan, Sopir Angkot dari Jombang Ini Bisa Jual Pil Koplo Dibarter Layanan Seks.

Jika Pemesannya Perempuan, Sopir Angkot dari Jombang Ini Bisa Jual Pil Koplo Dibarter Layanan Seks
SURYA/SUTONO
Hamdan (tengah) tersangka pengedar narkoba double L, dengan barang bukti pil koplo dan tisu ajaib, saat dipamerkan rilis di Polres Jombang, Rabu (20/2/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Petugas Satreskoba Polres Jombang meringkus Hamdan (20), warga Dusun Godong, Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Jombang, karena ketahuan mengedarkan obat keras berbahaya (okerbaya) jenis double L alias pil koplo.

Yang menarik, pelaku tidak hanya menjual pil koplo dagangannya dengan uang. Namun juga barter dengan layanan seks, jika pemesannya perempuan yang menarik minat pelaku.

Ribuan Santri Berpotensi Golput, Anehnya, KPU Jombang Malah Sarankan Nyoblos di Kampung

Belasan Ribu Santri di Jombang Berpotensi Golput, 11 Ribu Santri Belum Masuk DPTb Pemilu 2019

Pemuda yang sehari-hari sebagai sopir angkutan umum ini ditangkap petugas saat bertransaksi dengan seorang perempuan, di Desa/Kecamatan Peterongan, Jombang.

Kasatreskoba Polres Jombang AKP Moh Mukid menjelaskan, dalam pemeriksaan kemudian ketahuan, transaksinya cukup aneh.

“Sebab 17 butir pil koplo seharga Rp 150.000 itu ditukar dengan kesediaan si perempuan pemesan dengan tidur bersama,” kata Mukid, Rabu (20/2/2019).

As Roda Patah, Truk Tangki Muat Tetes Tebu Terguling di Jombang, Arus Lalin Dialihkan ke Jalur Lain

Hanya saja, acara tidur bersama tidak terealisasi.

Sebab saat kedua orang lawan jenis tanpa nikah ini bertemu dan sedang dalam persiapan menuju sebuah tempat untuk bertindak asusila, keduanya ditangkap petugas.

Tersangka pelaku tidak bisa mengelak, sebab barang bukti berupa pil koplo didapati petugas di lokasi penangkapan.

Selain pil koplo, juga disita dua bungkus tisu ajaib, sebagai barang bukti.

Tisu ajaib ini, sambung Mukid, diyakini oleh tersangka, akan berdampak dirinya tahan lama saat melakukan aktivitas seksual, jika diusapkan pada alat kelaminnya.

Polisi masih terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan di atasnya. Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 196 Undang-undang ri Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Penulis: Sutono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved