Polemik Jaring Sarkak Nelayan Sumenep, Dinas Kelautan: Gelaran Mediasi dari Polres Sumenep Tak Jelas

Konflik nelayan sarkak asal Kecamatan Dungkek, dan nelayan Kecamatan Talango - Gapura Madura tampaknya tak bisa berakhir cepat.

Polemik Jaring Sarkak Nelayan Sumenep, Dinas Kelautan: Gelaran Mediasi dari Polres Sumenep Tak Jelas
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDS SYAHBANA
Barang Bukti perahu Sumber Makmur nelayan pengguna jaring sarkak yang ditangkap 18 Februasi lalu oleh oleh nelayan Talango - Gapura sudah dikembalikan ke pemiliknya, asal Kecamatan Dungkek. Senin, (25/2/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Konflik nelayan sarkak asal Kecamatan Dungkek, dan nelayan Kecamatan Talango - Gapura Madura tampaknya tak bisa berakhir cepat.

Mediasi yang katanya dijanjikan dijanjikan Polres Sumenep dan difasilitasi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur (Jatim) pada Selasa, (26/2/2019) besok tidak jelas. 

Hal ini disampaikan sendiri oleh Kabid Kelembagaan dan Pengendalian Usaha Perikanan Dinas Perikanan Sumenep Moh. Nur Rachman pada Senin, (25/2/2019) pukul 11.20 WIB.

"Sampai pukul 11.20 WIB ini belum ada kabar dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi," kata Moh. Nur Rachman saat ditemui Tribunmadura.com.

(Sempat Kabur ke Malang Saat Polisi Sanggong Rumahnya, Penadah Kayu Curian dari Blitar Serahkan Diri)

(Priyo Budi Santoso: Untuk Menang Sempurna, Prabowo-Sandi Harus Menang di Jawa Timur dan Jawa Tengah)

Biasanya jika ada pertemuan mediasi kedua belah pihak konflik nelayan Sumenep tersebut, ada surat undangan yang harus diberikan sebelumnyan. Namun surat undangan tersebut sampai saat ini tidak ada.

"Kalau memang ada pertemuan biasanya kasik tahu saya sebagai dasar siapa saja yang akan dihadirkan, tapi ini tidak ada, kami Dinas Perikanan Sumenep hanya memfasilitasi, dan undangan itu dari Provinsi," katanya.

Ditanya kondisi perkembangan konflik nelayan sarkak asal Kecamatan Dungkek dan Kecamatan Talango - Gapura Sumenep ia menampik dan bahkan tidak memantau.

"Saya gak memantau karena wawenangnya Provinsi," singkatnya.

Pantauan Tribunmadura.com perahu Sumber Makmur milik nelayan asal Kecamatan Dungkek yang ditangkap massa nelayan Talango - Gapura Sumenep dan diserahkan ke Polair Polres Sumenep, kini dikembalikan ke pemiliknya.

Bahkan, sejak 25 Februari, barang bukti perahu tersebut sudak tidak ada di dermaga Polair Kalianget.

(Konflik Jaring Sarkak Nelayan Dungkek dan Talango Sumenep, Dinas Perikanan: Saya Minta Mediasi)

(Momen Pemilu Dekat, KPU Lamongan Blusukan ke Kampung Nelayan, Beri Arahan Tata Cara Coblos Benar)r

Sebelumnya Kasubag Humas Polres Sumenep Akp Mohamad Heri mengatakan, besok hari Selasa, (26/2/2019) akan dilakukan mediasi kedua belah pihak nelayan sarkak asal Kecamatan Dungkel.

"Pada hari Selasa nanti ada mediasi kedua belah pihak, antara nelayan Dungkek dan Talango - Gapura yang difasilitasi Dinas Kalautan dan Perikanan Provinsi," katanya.

Reporter: TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

(Peduli Lingkungan, Kafe dan Resto di Surabaya Mulai Hindari Pemakaian Sedotan Plastik)

(Sempat Kabur ke Malang Saat Polisi Sanggong Rumahnya, Penadah Kayu Curian dari Blitar Serahkan Diri)

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved