Revolusi Industri 4.0, Diskominfo Lamongan Latih Ratusan Perangkat Desa Agar Tak 'Gaptek'
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lamongan Jawa Timur mulai mempersiapkan desa-desa untuk menghadapi era revolusi industri 4.0.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lamongan Jawa Timur mulai mempersiapkan desa-desa untuk menghadapi era revolusi industri 4.0.
Perangkat desa tidak boleh gagap teknologi alias gaptek dalam menyongsong revolusi industri 4.0.
Persiapan dimulai dengan menggelar pelatihan web desa untuk perwakilan aparat desa di Kabupaten Lamongan, di Gedung Pusat Komunitas Kreatif (Puskom) Lamongan, Selasa (26/2/2019).
• Ngebut Salip Kendaraan, Bus Restu Hantam Sepeda Motor di Tuban, Pengendara Motor Tewas
• Imbas Demo Warga Desa Srimulyo di Malang, Arus Kendaraan Jalan Ahmad Yani Macet Selama 30 Menit
"Ini bentuk tanggung jawab Dinas Kominfo untuk mempersiapkan masyarakat desa dalam menghadapi era digital, terutama untuk revolusi industri 4.0," kata Kasi Sumberdaya Komunikasi Publik, Diskominfo, Heri Putra Wicaksana.
Menurutnya, menyongsong era revolusi industri 4.0, masyarakat dituntut untuk mengikuti berbagai perkembangan, khususnya penguasaan dalam dunia teknologi informasi.
Sebab hal tersebut sudah menjadi tuntutan globalisasi.
Maka, sudah seharusnya semua lapisan masyarakat harus bersiap menghadapi digitalisasi, termasuk perubahan cara hidup, cara kerja dan lainnya.
"Ini kan termasuk satu di antara bentuk respon kami untuk menghadapi tantangan itu, dan harus kami persiapkan," katanya.
• Mendagri Sebut Industri di Indonesia Sudah Siap Bersaing Hadapi Revolusi Digital 4.0
• Doa Arema FC untuk Laga Timnas U-22 Indonesia Vs Thailand di Final Piala AFF U-22 2019
Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan pelatihan tentang bagaimana mengekspose potensi desa melalui web desa.
Mulai dari pertanian, UMKM atau wisatanya yang ditonjolkan, dengan dikelolah sendiri.
Tahun ini, Diskominfo Lamongan menargetkan 200 desa sudah mendapatkan pelatihan yang dilakukan secara bertahap untuk menyambut era revolusi industri 4.0.
Dan secara berkesinambungan desa yang belum mendapat latihan akan mendapatkan latihan serupa.
"Kalau tidak dilatih akan ketinggalan dengan jendela dunia," pungkasnya. (Surya/Hanif Manshuri)