Satpol PP Sampang: Kambing yang 2 Kali Tertangkap Berkeliaran Tanpa Dijaga, Akan Jadi Milik Pemda

Banyaknya pemilik kambing peliharaan yang melepaskan kambingnya berkeliaran di kota membuat Satpol PP Sampang geram sendiri.

Satpol PP Sampang: Kambing yang 2 Kali Tertangkap Berkeliaran Tanpa Dijaga, Akan Jadi Milik Pemda
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Sejumlah kambing yang dilepaskan ke pemukiman penduduk tanpa dijaga, diamankan Satpol PP Sampang pada Selasa (5/3/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Banyaknya pemilik kambing peliharaan yang melepaskan kambingnya berkeliaran membuat Satpol PP Sampang geram sendiri.

Bagaimana tidak, kambing-kambing yang tidak diikat ini kemudian  memakan tanaman milik warga hingga berkeliaran di pinggiran jalan dan mengganggu aktifitas kendaraan.

Untuk itu, Satpol PP mnyusun aturan baru. Hak kepemilikan kambing yang tertangkap lagi setelah ditertibkan dan dikembalikan pada pemiliknya, akan menjadi milik Pemerintah Daerah.

Terbukti, Satpol PP Sampang menggelar penertiban di di empat lokasi, yakni Jalan Nuri, Jalan Gelatik, Jalan Agus Salim, dan Jalan Syamsul Arifin pada Senin (4/3/2019) 

(Mengalami Penurunan Signifikan, Dinkes Kabupaten Sampang Targetkan Nihil Kusta di 2025 Mendatang)

(Lama Tak Diangkut, Tumpukan Material Depan Pasar Gadin Pamekasan Dikeluhkan Pengguna Jalan)

Pengamanan berjalan selama satu jam setengah di mulai pukul 13.00, sebanyak 16 kambing berhasil diamankan.

Belasan kambing ini kemudia diangkut menggunakan truk. Semuanya dibawa dan diikat di halaman kantor Satpol PP.

Kabid Penegakan Perda dan Penertiban Umum Satpol PP Sampang, Chairijah mengatakan, Pihak yang merasa memiliki kambing ini harus mendatangi langsung kantor Satpol PP.

"Sebelum membawa kambingnya pulang, si pemilik akan membayar denda berupa uang ganti makan kambing dan meneyerahkan KTP," ucap Chairijah pada Selasa (5/2/2019).

"Begitupun dengan tanda tangan (surat) pernyataan yang berisi tidak akan mengulangi (melepaskan kambing tanpa penjagaan). Apabila mengulangi, kambing menjadi pemerintah daerah," tambahnya.

Chairijah pun menjelaskan bahwa pernyataan tersebut dibuat dalam bentuk ketegasan dan sebuah soft terapi agar pemilik kambing jera.

(Balapan Liar Bikin Resah, Satpol PP dan Satlantas Bubarkan Massa Balapan di Alun-Alun Kediri)

(Pedagang Kubis di Pasar Keputran Ini Ngaku Bacok Anggota Satpol PP Karena Emosi Adiknya Didorong)

"Hal ini menyangkut pautkan keselamatan orang banyak. Harga kambingnya tidak seberapa, kalau nantinya terjadi kecelakaan dan memakan korban gimana," jelasnya.

Selama ini dua orang pemilik sudah datang ke lantor Satpol PP untuk mengambil kambingnya, masing-masing orang mengambil empat ekor kambing.

Kemudian sisanya sebanyak delapan ekor tampak masih berada di halaman kantor Satpol PP Sampang.

Reporter: TribunMadura.com, Hanggara Pratama

(Kasatpol PP Kota Surabaya Apresiasi Gerak Cepat Polisi Tangkap Pelaku Pembacokan di Pasar Keputran)

(Tiga Anak Punk Dirazia Satpol PP Lamongan, Langsung Digunduli Saat Akan Didata Petugas)

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved