Dua Gadis Dijual Rp 3 Juta, Polres Blitar Tangkap Mucikari Saat Antar si Gadis di Penginapan

Kinerja tim buser Polres Blitar patut diacungi jempol. Sebab, karena kejeliannya, mereka akhirnya berhasil menggagalkan dugaan prostitusi online

Dua Gadis Dijual Rp 3 Juta, Polres Blitar Tangkap Mucikari Saat Antar si Gadis di Penginapan
Tribun Jogja/Suluh Pamungkas
Ilustrasi 

 TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Kinerja tim buser Polres Blitar patut diacungi jempol. Sebab, karena kejeliannya, mereka akhirnya berhasil menggagalkan dugaan prostitusi online, yang korbannya dua anak gadis dengan usia masih di bawah umur atau 14 tahun.

Itu berhasil digagalkan sewaktu kedua anak gadis yang masih ingusan itu diantarkan ke sebuah penginapan, yang ada di Kecamatan Wlingi.

Saat pengantarnya, Rz, wanita berusia 26 tahun itu keluar dari kamar penginapan, petugas menyergapnya. Karuan, Rz, yang asal Kota Blitar itu tak bisa berkutik karena petugas langsung menemukan barang bukti.

Di antaranya, uang hasil transaksi buat 'memakai' dua gadis itu Rp 3 juta, dan satu hand phone (HP), yang dipakai Rz buat alat komunikasi saat bertransaksi dengan pria yang jadi pemesannya. Akhirnya, malam itu juga, Rz, langsung dibawa ke Polres Blitar.

"Setelah kami periksa selama lima jam, dia itu diduga sebagai perantara atas dugaan kasus prostitusi online (yakni, menjual anak gadis yang di bawah umur)," kata AKP Sodiq Efendi, Kasat Reskrim Polres Blitar.

Menurut Sodik, keberhasilan petugas, yang menyelamatkan dua anak gadis dari bisnis prostitusi online itu terjadi pada Senin (4/3) malam kemarin atau sekitar pukul 23.00 WIB.

Polres Lumajang Terjunkan Personel Jaga Pawai Ogoh-Ogoh dan Nyepi

Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Kabupaten Sidoarjo Kebanjiran

Itu bermula dari petugas mendapatkan informasi dari masyarakat kalau akan ada transaksi prostusi online. Saat itu belum diketahui tempatnya, namun diketahui kalau korbannya adalah dua anak gadis yang masih berusia 14 tahun. Karena korbannya masih anak-anak, petugas tak tega sehingga dengan serius mencari keberadaannya.

Akhirnya, malam itu petugas mendapatkan informasi tempat pertemuan mereka. Yakni, di sebuah penginapan yang ada di tepi jalan raya Malang-Blitar. Namun demikian, petugas tak gegabah atau langsung menggerebeknya karena khawatir gagal atau tak mendapatkan barang bukti. Karena itu, petugas menyaru, supaya bisa masuk ke dalam penginapan itu.

Begitu diperkirakan kalau dua anak gadis itu sudah berada di dalam salah satu kamar penginapan itu, petugas menunggu si pengantarnya, keluar dari pengianapan. Sebab, keberadaan kamarnya, yang disewa mereka, belum diketahui. Di saat petugas menyanggong itu, tiba-tiba terlihat ada seorang waniita keluar dari kamar penginapan. Yakin, dia itu mucikarinya, petugas langsung menyergapnya.

"Setelah ia mengaku sebagai perantaranya (atau mucikarinya), baru kami menyelamatkan dua bocah gasis itu. Mereka, kami ditemukan di dalam kamar," ungkapnya, yang katanya kedua gadis itu masih santai di dalam kamar penginapan.

Halaman
12
Penulis: Imam Taufiq
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved