Banjir di Kabupaten Madiun Surut, Pengungsi Mulai Kembali Pulang ke Rumah

Dari 52 desa di 12 kecamatan di Kabupaten Madiun yang terdampak banjir, hanya tinggal satu desa saja yang masih terdapat genangan air.

Banjir di Kabupaten Madiun Surut, Pengungsi Mulai Kembali Pulang ke Rumah
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Kondisi banjir di Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun, Kamis (7/3/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Banjir di Kabupaten Madiun mulai surut pada Kamis (7/3/2019).

Dari 52 desa di 12  kecamatan di Kabupaten Madiun yang terdampak banjir, hanya tinggal satu desa saja yang masih terdapat genangan air.

"Jadi hingga Kamis (7/3/2019) malam hari, saya baru saja mendatangi lokasi paling ujung, perbatasan dengan Ngawi. Dusun Pojok, Desa Sogo, air naik di sana. Tapi desa lainnya sudah turun semua. Mudah-mudahan Desa Pojok ini menjadi desa yang terakhir posisi yang perlu diperhatikan," kata Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro saat ditemui di Posko Pengungsian, Kantor Kecamatan Balerejo, Madiun, Kamis (7/3/2019) malam.

Banjir di Tol Madiun, 20 Polisi PJR Polda Jatim Siaga 24 Jam Rekayasa Contraflow Hingga Air Surut

Persebaya Vs Persib, Cetak Gol Pembeda, Irfan Jaya Ungkap Dapat Motivasi Pelatih di Ruang Ganti

Dia menuturkan, para pengungsi yang sebelumnya tinggal di posko di tiap desa dan kecamatan sebagian sudah kembali pulang ke rumah masing-masing.

"Pengungsi sangat terkendali, kami siapkan kebutuhan mereka. Makanan dan kebutuhan kesehatan. Banyak yang sudah pulang," kata bupati yang akrab disapa Kaji Mbing ini.

Namun, jumlah pengungsi akibat banjir tidak diketahui secara pasti.

Sebab, kata Kaji Mbing, para pengungsi tersebar, dan banyak yang lebih memilih tinggal di rumah kerabat atau tetangga yang tidak terdampak banjir.

Menyusul Pembangunan Bandara Kediri, Tol Menuju Kediri-Tulungagung segera Terealisasi

Banjir Trenggalek, Gus Ipin Turun Langsung Pantau Warganya di Wilayah Terdampak Banjir Terparah

"Jumlah pengungsi karena tersebar, kita mengikuti pola pikir para korban. Artinya di satu desa itu ada beberapa pos pengungsian, di tingkat kecamatan kemarin juga ada," katanya.

Pada hari kedua pasca banjir, hanya ada tiga posko yang masih ditempati para pengungsi, yakni di Kantor Kecamatan Balerejo, Kantor Desa Garon, dan Kantor Desa Glonggong.

Dia menuturkan, selama dua hari penanganan bencana banjir diutamakan pada evakuasi untuk mencegah timbulnya korban jiwa.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved