Ksatria Airlangga Ajak Pilih Caleg Yang Punya Visi Misi Linier dengan Jokowi-Ma'ruf Amin

Ksatria Airlangga Ajak Pilih Caleg Yang Punya Visi Misi Linier dengan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Ksatria Airlangga Ajak Pilih Caleg Yang Punya Visi Misi Linier dengan Jokowi-Ma'ruf Amin
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Ksatria Airlangga (Alumni Universitas Airlangga for Jokowi-Ma'ruf) mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan momentum Pemilu serentak tahun 2019 ini dengan cerdas. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ksatria Airlangga (Alumni Universitas Airlangga for Jokowi-Ma'ruf) mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan momentum Pemilu serentak tahun 2019 ini dengan cerdas.

Salah satunya adalah dengan memilih Calon Anggota Legislatif (Caleg) yang mempunyai visi misi dan komitmen yang linier dengan Capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.

Gerakan ini, lanjut Teguh, bisa dimulai dengan melihat berbagai bentuk alat peraga caleg, baik itu berupa baliho, spanduk, leaflet, stiker, kalender, gelas dan lain sebagainya.

Poros Hijau Indonesia Deklarsi Siap Menangkan Jokowi-Maruf Amin di Pilpres 2019

Baim Wong dan Paula Berantem di Depan Jokowi, Iriana Langsung Beri Petuah: Kalau Ngambek Itu Capek

"Yang tidak menyertakan kampanye Jokowi-Ma'ruf dapat diartikan tidak bersama-sama secara kolektif membangun cita-cita Indonesia maju yang adil dan makmur, sehingga oleh karena itu tidak perlu kita pilih.

Ksatria Airlangga memberikan approval atau persetujuan hanya kepada caleg yang ikut mengkampanyekan Jokowi Presiden," kata Teguh berdasarkan rilis yang diterima TribunJatim.com, Minggu (17/3/2019).

Jokowi Akan Kumpulkan Kepala Daerah dan Pimpinan Dewan Partai Koalisi, Ini Penjelasan TKN!

Deklarator Ksatria Airlangga di Jakarta, Heru Hendratmoko menambahkan, kekritisan masyarakat intelektual, diperlukan sebagai pencerah bagi masyarakat mana Caleg yang harus dipilih yang sesuai dengan visi misi Jokowi-Ma'ruf m

"Fondasi pembangungan on the right track yang telah diletakkan Presiden Jokowi telah terancam. Ini terlihat dengan serangan sistematis kepada Pemerintahan Jokowi yang muncul dalam pelaksanaan kampanye pemilu, di mana penuh berita bohong dan membuat rakyat terpecah-belah," tutur Heru yang juga mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ini.

Pihaknya mencium ada indikasi yang sangat jelas, yakni kekuatan yang anti NKRI, anti Bhinneka Tunggal Ika dan sangat bertolak belakang dengan cita-cita para pendiri bangsa.

"Dan kekuatan tersebut menumpang pada agenda Pemilu 2019," kata Heru.

Oleh karena itu, Ksatria Airlangga, yang merupakan jejaring Alumni Universitas Airlangga yang mendukung Jokowi-Ma'ruf dalam Pemilu 2019 mengajak seluruh masyarakat, khususnya masyarakat intelektual kampus untuk aktif melakukan pendidikan politik kepada rakyat agar dapat dicapai Indonesia yang dewasa secara politik, yang menghargai perbedaan pendapat.

Sebagaimana diketahui, identitas masyarakat Indonesia yang santun dan suka bermusyawarah hampir hilang terkikis proses kampanye Pemilu 2019 yang ditampilkan dengan cacian dan hujatan.

"Kami mengajak seluruh itelektual kampus untuk aktif menumbuhkan kesadaran publik bahwa ada lima surat suara dan tentunya perlu membuka ruang kritis terhadap empat surat suara lainnya selain surat suara Pemilu Presiden. Yaitu, surat suara DPD RI, DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota,"ucapnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved