Polemik Kopi Kapiten, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf : Itu Urusan Perusahaan

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf meluruskan pemberitaan terkait gagalnya PT Kapiten Jaya Abadi memperoleh merk dagang Kopi Asli Kabupaten (Kapiten) Pasur

Polemik Kopi Kapiten, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf :  Itu Urusan Perusahaan
AARP via TribunTravel.com
Kopi hitam. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf meluruskan pemberitaan terkait gagalnya PT Kapiten Jaya Abadi memperoleh merk dagang Kopi Asli Kabupaten (Kapiten) Pasuruan karena kedahuluan pengusaha dari Pati, Jawa Tengah.

Kepada Surya, Gus Irsyad, menjelaskan, branding dan promosi yang dilakukan selama ini tidak ada kaitannya dengan kopi yang rencananya akan diproduksi oleh perusahaan itu.

"Tidak sama itu. Kalau yang kami lakukan selama ini, promosi dan branding Kapiten itu memang murni untuk mempromosikan kopi dari petani kopi di Pasuruan. itu saja," kata Gus Irsyad.

Menurutnya, promosi dan pameran kopi ini murni untuk kepentingan petani kopi. Jadi, tidak sama, urusan kopi petani dan perusahaan. Itu hal berbeda, dan tidak ada kaitannya.

Ia menjelaskan, kapiten ini sebenarnya hanya wadah. Menurut dia, brandnya tetap dari brand milik petani kopi ini sendiri. Jadi, ada kopi piala, kopi ledug, dan kopi - kopi lainnya.

"Kapiten ini hanya sebatas untuk mengakomodir kopi - kopi milik petani kopi yang ada di Kabupaten Pasuruan. Kopi kapiten ya kopinya orang Pasuruan. Itu saja, tidak lebih," jelasnya.

Gus Irsyad mengaku tidak ada hubungannya dengan perusahaan itu. Kata dia, mau perusahaan kalah cepat mengurus izinnya di BPOM, atau apapun, itu urusan perusahaan. Bukan lagi urusan Pemkab atau bupati.

"Dalam hal ini, saya hanya mengiyakan permintaan perusahaan saja. Mereka datang, pamitan dan mohon izin mau pakai brand kapiten dan dijual massal. Saya kasih syarat, kalau mau jual ya pakai kopi kapiten, kopi asli dari petani Pasuruan, dan sana (perusahaan) menyanggupi, ya sudah apa salahnya," ungkapnya.

DPRD Kabupaten Pasuruan Tuding Pemkab Sibuk Promosi, Tapi Tak Beri Solusi Bagi Petani

Ribuan Massa Driver Online akan Demo di Gedung Grahadi Besok, Ada Rencana Kemah di Kantor Aplikator

Harlah Muslimat NU ke-73 di Kediri,Makan Nasi Dengan Lauk Ikan Lele Terbanyak Masuk Rekor MURI

Dijelaskannya, pihaknya tidak ada kaitannya dengan perusahaan ini. Semua izin dan lainnya, yang urus perusahaan.

Ia hanya berterima kasih, ketika perusahaan ini mau membantu memproduksi massal kopi petani Pasuruan dan dijual secara besar - besaran.

"Bagi saya ini kesempatan besar. Peluangnya juga besar. Tujuannya membantu petani kopi pasuruan untuk menjual kopinya secara lebih besar. Itu saja tidak lebih. Hanya ingin agar kopi di Pasuruan berkembang lebih besar lagi," paparnya.

Terakhir, Gus Irsyad, menegaskan bahwa merk dagang Kapiten ini sebenarnya sudah milik Kabupaten Pasuruan. Kata dia, pihaknya sudah memiliki hak paten atas kapiten itu.

Sekadar diketahui, 28 Desember 2016, Perkumpulan Petani Kopi Indonesia (Apeki) Kabupaten Pasuruan, mendaftarkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) di Kementerian Hukum dan HAM. Hak paten memang sudah milik Kabupaten Pasuruan.

Tapi, sayangnya, sertifikat merek yang diperoleh dan berlaku hingga 28 Desember 2026 tersebut hanya sebatas pada jasa periklanan, informasi perdagangan dan penyelenggaraan pameran serta penataan etalase toko dan cafe.

HAKI Kopi Kapiten hanya bisa menjadi pajangan promosi, periklanan dan pameran serta cafe. Tapi, sertifikat itu tidak bisa digunakan untuk memproduksi dan menjual Kopi Kapiten ke pasaran. Penyebabnya, karena saat mau mengurus izin ke BPOM, kedahuluan pengusaha dari Pati, Jawa Tengah. (lih/Tribunjatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved