Rumah Politik Jatim

Margin Keunggulan Menipis Versi Survei Litbang Kompas, TKD Jatim Tetap Optimis Lihat Ekstrapolasi

Margin Keunggulan Menipis Versi Survei Litbang Kompas, TKD Jatim Tetap Optimis Lihat Ekstrapolasi.

Margin Keunggulan Menipis Versi Survei Litbang Kompas, TKD Jatim Tetap Optimis Lihat Ekstrapolasi
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Ketua TKD Jatim, Machfud Arifin saat ditemui usai Debat Cawapres. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Amin untuk Jatim menanggapi hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan Capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf unggul 11,8 persen dari Capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga.

Dalam survei terbaru yang dilakukan Litbang Kompas pada 22 Februari 2019 - 5 Maret 2019 menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 49,2 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga sebesar 37,4 persen dan 13,4 persen responden menyatakan rahasia.

Antisipasi Pesta Demokrasi di Jatim, Gubernur Khofifah Minta Pengamanan Pemilu Dilakukan Berlapis

Masuk Zona B Kampanye Akbar, TKD Jatim Segera Rumuskan Titik Kampanye Strategis untuk Jokowi-Maruf

Jika hasil survei ini dibandingkan dengan survei yang dirilis pada bulan Oktober 2018 lalu, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf turun dan kubu Prabowo-Sandiaga naik, dimana Paslon 01 mendapatkan elektabilitas 52.6 sedangkan Paslon 02 mendapatkan elektabilitas 32.7.

”Kalau kita mengikuti marjin elektabilitasnya, masih cukup tebal ya, sekitar 11,8 persen. Dalam sisa waktu sampai 17 April, Insya Allah sangat sulit mengejar marjin tersebut,” kata Ketua TKD Jatim, Machfud Arifin, Rabu (20/3/2019).

Terkait Pembatalan Kampanye Sandiaga Uno di Banyuwangi, BPP Jatim Gerak Cepat Kumpulkan Fakta Hukum

Dalam hasil survei tersebut Machfud juga memperhatikan ekstrapolasi elektabilitas yang menunjukkan pasangan 01 diprediksi akan mendapatkan 56,8 persen pada 17 April mendatang. Sedangkan duet 02 mendapatkan 43,2 persen.

Mantan Kapolda Jatim itu memaparkan, perhitungan ekstrapolasi pada survei Litbang Kompas tersebut sudah melampaui perolehan suara Jokowi pada Pilpres 2014 yang sebesar 53,15 persen.

”Jadi alhamdulillah, ekstrapolasi ini kan sebuah metode ilmiah, proyeksi data ke depan berdasarkan pola kecenderungan data yang tersedia saat ini.

Bahasa awamnya ini semacam prediksi hasil akhir. Kalau berdasarkan ekstrapolasi survei Kompas, selisih 01 dan 02 itu 13,6 persen, cukup tebal dan sulit dikejar dalam sisa waktu kurang lebih sebulan,” paparnya.

Machfud mengungkapkan setelah melihat ekstrapolasi tersebut pihaknya semakin terpacu untuk menebalkan kemenangan.

Untuk Jatim, berdasarkan survei Kompas, duet 01 masih unggul signifikan sebesar 57,1 persen dibanding 02 sebesar 27,8 persen, dengan porsi yang masih rahasia 15,1 persen. Ada selisih hampir 30 persen dengan keunggulan Jokowi.

Namun hasil tersebut jika dibandingkan dengan survei Litbang Kompas yang dirilis pada bulan Oktober turun dari 69.6 ke 57.1 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga justru naik dari 18.18 persen ke 27.8 persen dengan angka rahasia 11.5 persen.

”Ini yang harus dijaga dan dipertebal,” ujarnya.

Dia menambahkan, dalam sisa waktu yang tersisa ini, pihaknya akan mengoptimalkan rapat terbuka atau kampanye akbar serta memperkuat strategi door to door yang dijalankan bersama para caleg dan relawan.

”Kami sudah petakan lokasi kampanye terbuka, mulai 24 Maret 2019 hingga 13 April 2019. Tapi belum bisa kami buka detail karena terkait strategi, tapi yang jelas persiapan di bawah sudah jalan,” ujarnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved