Ada Proyek Jalan Tol di Gresik, Warga Minta Dibuatkan Underpass Sepanjang Ratusan Meter

Perwakilan warga Desa Tanjung Kecamatan Kedamean Gresik menggeruduk kantor DPRD Gresik pada Senin (25/3/2019).

Ada Proyek Jalan Tol di Gresik, Warga Minta Dibuatkan Underpass Sepanjang Ratusan Meter
SURYA/SUGIYONO
UNDERPASS - Tim ahli kontraktor jalan Tol Legundi Bunder menunjukkan dua gambar antara jalan underpass panjang dan pendek. Jalan tersebut diperlukan warga desa Tanjung, Kecamatan Kedamean, Senin (25/3/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Perwakilan warga Desa Tanjung Kecamatan Kedamean Gresik menggeruduk kantor DPRD Gresik pada Senin (25/3/2019).

Mereka mempertanyakan jalan desa yang akan terkena proyek jalan tol Legundi - Bunder.

Warga meminta ada underpass yang panjangnya mencapai ratusan meter di jalan tersebut, agar warga dua desa bisa tetap terhubung

Underpass yang diminta warga panjangnya sekitar 105 meter. Sementara usulan dan saran dari kontraktor hanya sepanjang 35 meter.

(Cegah Pelanggaran Pemilu, Bawaslu Kabupaten Gresik Gelar Simulasi Pemungutan Suara di TPS)

(Sempat Mangkrak, Pembangunan Puskesmas Kecamatan Dukun Gresik Dikebut untuk Proses Akreditasi)

Warga ngotot meminta ada underpass karena selama ini jalan tersebut digunakan oleh masyarakat.

"Warga ingin jalan penghubung antara desa itu dibuatkan jalan terowongan lurus seperti jalan sekarang ini," kata Dwikora Suhariyanto Kades Tanjung, usai rapat dengan pihak Komisi I DPRD Gresik, Senin (25/3/2019).

Rapat ini dihadiri pihak kontraktor jalan Tol yaitu PT Waskita Bumi Wira (WBW), Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa, Edy Hadisiswoyo; dan perwakilan Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Gresik; serta perwakilan tokoh masyarakat kedua desa tersebut.

Pihak WBW mengatakan, hasil koordinasi dengan Kementerian PUTR, menunjukkan bahwa pembangunan underpass yang aman tidak boleh lebih dari 50 meter.

Dari panjangnya underpass, maka akan banyak biaya pembangunan dan biaya perawatan.

"Kita pihak kontraktor hanya membangunkan underpass. Sementara perawatan (termasuk penerangan) kewenangannya diserahkan ke pemerintah daerah," kata Dwi Pratikto, Direktur Teknik PT Waskita Bumi Wira

(Underpass di Surabaya ini Molor Lagi, Tak Bisa Selesai Bulan Ini Akibat Hujan)

(Pembangunan Underpass Karanglo, Satlantas Polres Malang Terapkan Pengalihan Jalur)

Halaman
12
Penulis: Sugiyono
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved