Aliansi Mahasiswa Pro Demokrasi Ajukan 3 Gugatan ke UINSA, Bakal Demo Lagi Jika Tak Digubris

Aliansi Mahasiswa Pro Demokrasi Ajukan 3 Gugatan ke UINSA, Bakal Demo Lagi Jika Tak Digubris Rektorat.

Aliansi Mahasiswa Pro Demokrasi Ajukan 3 Gugatan ke UINSA, Bakal Demo Lagi Jika Tak Digubris
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Massa aksi saat berorasi di depan Gedung Twin Towers UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (26/3/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Massa aksi Aliansi Mahasiswa Pro Demokrasi memprotes pemberian gelar Doktor Honoris Causa pada Mantan Gubernur Jatim Ke-13 Soekarwo alias Pakde Karwo oleh Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (26/3/2019).

Eri Mahmudi Koordinator Lapangan Aksi tersebut mengancam, bakal demonstrasi kembali membawa jumlah massa lebih banyak pada Rabu, (27/3/2019) besok.

Bilamana tiga poin gugatan aliansinya tak digubris oleh pihak rektorat.

Massa Aliansi Mahasiswa Pro Demokrasi Ngluruk UINSA Surabaya, Tolak Pemberian Gelar pada Soekarwo

Adu Gagasan Industri Halal & Ekonomi Syariah, Pengamat Politik UINSA: KH Maruf Lebih Ahli Soal Itu

"Kami akan gugat, besok kami demo lahir pas ada acara di kampus," katanya pada awak media.

Tiga poin gugatan tersebut meliputi;

Pertama. Mempertanyakan kontribusi Soekarwo di bidang Pendidikan Agama Islam (PAI).

Presiden DEMA UINSA Surabaya Sebut Ajakan Senior Jadi Faktor Terkuat Mahasiswa Ikut Politik Praktis

Kedua. Meminta transparansi proses pemberian gelar Doktor Honoris Causa tersebut.

Ketiga. Meminta Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya membatalkan surat keputusan (SK) pemberian gelar tersebut.

Mengetahui ancaman demonstrasi susulan, pihak rektorat yang diwakili oleh Ma'shum Nuralim Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama UIN Sunan Ampel Surabaya mengaku tak akan bergeming.

Ia justru mempersilakan para mahasiswa tersebut melanjutkan demonstrasinya hingga besok Rabu (27/3/2019) saat pelaksanaan pemberian gelar Doktor Honoris Causa pada Pakde Karwo dihelat.

Ma'shum menganggap hal itu sebagai kebebasan berpendapat, secara pribadi dirinya tak menolak ekpresi protes semacam itu.

"itu silakan saja kalau mau melakukan demo lanjutan itu hak mereka untuk menyampaikan pikiran pikirannya," lugasnya.

Namun pihaknya menjamin, pelaksanaan pemberian gelar tetap akan berlangsung dan akan memastikan keamanannya.

"pelaksanaan pemberian gelar kami akan tetap berlangsung sebagaimana yang sudah terjadwal kan," tandasnya.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved