Pencuri Gasak Uang Kesiswaan SMKN Pungging Mojokerto Senilai Rp 500 juta

Kawanan perampok membobol dua brankas milik SMKN 1 Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Pencuri Gasak Uang Kesiswaan SMKN Pungging Mojokerto Senilai Rp 500 juta
Ilustrasi pencuri tas 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Kawanan perampok membobol dua brankas milik SMKN 1 Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Para pelaku berhasil menggasak uang sekitar Rp 500 juta yang disimpan di dalam dua brankas tersebut.

Kejadian pembobolan brankas ini terjadi Kamis (28/3) dini hari. Pihak sekolah baru menyadari bila dua brankas miliknya dibobol kawanan perampok pukul 07.20 WIB.

Sulikha (40) adalah orang pertama yang mengetahui dua brankas milik sekolah dibobol perampok. Sulikha merupakan pegawai Bendahara bagian tata usaha (TU) SMKN 1 Pungging.

"Brankas tersebut disimpan di ruangan tata usaha. Ketika membuka pintu ruang tata usaha, saya terkejut. Sebab, ruangan tata usaha sudah berantakan.

Tak hanya itu, dua brankas abu-abu milik sekolah sudah acak-acakan," katanya, Kamis (28/3).

Terbukti Edarkan Sabu 14 Kilogram, Pria Asal Surabaya ini Divonis 15 Tahun Penjara

Harga Gabah Anjlok, Petani Bakar Padi di Gedung DPRD Jember

Warga Krian Sidoarjo Ditangkap Saat Edarkan Sabu-sabu di Jombang

Melihat hal itu, Sulikha langsung melapor ke sejumlah guru SMKN 1. Kemudian para guru langsung mengecek ruang tata usaha.

"Saya lantas mengabarkan ruang tata usaha dan brankas berantakan kepada sejumlah guru. Kemudian para guru melapor ke kepala sekolah," ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Sementara itu, kepala sekolah SMKN 1 Pungging, Harul Kristiyandoko mengatakan, setelah mendapat laporan dari para guru, dirinya lantas menelpon pihak kepolisian Polsek Pungging. Para petugas langsung mendatangi SMKN 1 dan melakukan olah TKP.

"Di dalam dua brankas itu terdapat uang sekitar Rp 500 juta. Uang tersebut merupakan uang kesiswaaan," terangnya kepada Tribunjatim.com.

Lebih lanjut, Harul menjelaskan, uang tersebut rencananya bakal digunakan untuk berbagai kegiatan siswa. Kegiatan itu di antaranya studi wisata, purna widya, dan kegiatan uji kompetensi yang dilaksanakan April mendatang.

"Kejadian atau musibah ini kami serahkan semuanya kepada pihak berwajib," jelasnya.

Kendati suasana dibuat gaduh karena dua brankas dibobol, proses belajar mengajar tetap berlangsung normal di SMKN 1 Jalan raya Trawas, Desa Lebak Sono, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Pelaksanaan UNBK juga berjalan lancar. Selain itu, pihak sekolah juga berupaya agar segala kegiatan siswa tetap berjalan meski uang kesiswaan ludes dibawa kabur perampok.

"Kami mencoba memberikan pelayanan terbaik. Kami berupaya semaksimal mungkin untuk bisa melaksanakan kegiatan tersebut," pungkasnya. (nen)/Tribunjatim.com)

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved