Memanfaatkan Limbah Bambu Bekas Menjadi Miniatur Kincir Air, Toha Bisa Meraup Omzet Jutaan Rupiah

Mochammad Toha menyulap limbah bambu bekas menjadi sebuah kerajinan tangan yang berkelas. Yakni miniatur kincir air.

Memanfaatkan Limbah Bambu Bekas Menjadi Miniatur Kincir Air, Toha Bisa Meraup Omzet Jutaan Rupiah
SURYA.CO.ID/GALIH LINTARTIKA
Toha Manfaatkan Limbah Bambu Jadi Kerajinan Kincir Air 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Mochammad Toha menyulap limbah bambu bekas menjadi sebuah kerajinan tangan yang berkelas. Limbah bambu bekas diubahnya menjadi kerajinan tangan yang khas.

Warga Kabupaten Pasuruan ini membuat sebuah miniatur kincir air yang cocok digunakan untuk hiasan taman.

Ia terhitung baru menggeluti usaha miniatur kincir air ini dan belum genap setahun. Tapi, miniatur buatannya sudah melejit dan banyak orang yang mencari.

Kerajinan tangan buatannya memang terbilang unik dan beda daripada kerajinan tangan lainnya yang berbahan dasar bambu.

Ditemui Surya, Toha, sapaan akrab pria ini masih sibuk menata bambu - bambu bekas ini menjadi sebuah menara kincir air.

Layaknya kincir air sungguhan, ia menatanya dengan sangat hati - hati. Jika tidak, kincir air ini meskipun miniatur tidak akan berfungsi.

VIDEO: Menilik Produk Kerajinan Keranjang Iboe, UKM yang Ciptakan Tas Etnik Menjadi Lebih Modern

Sekolah Cikal Surabaya Jadikan Bekas Wadah Makanan sebagai Kerajinan yang Menunjang Pembelajaran

Ia tempelkan satu per satu bambu sehingga menjadi sebuah bentuk tubuh kincir air yang kokoh. Setelah semua terpasang, ia mencoba kincir air buatannya.

Kabel dicolokkan dan mesin kincir air ini pun berputar. Perputaran mesin dan air ini menjadi tanda bahwa miniatur buatannya berfungsi maksimal.

Tak lama, ia pun bergegas mengemasnya. Ia memasukkan kincir air itu ke dalam sebuah tempat untuk dikirimkan ke salah satu pemesannya. Meski masih baru, omzet Toha juga dibilang sangat lumayan. Per bulan, ia pun bisa meraup untung sampai kurang lebih Rp 5 juta.

Keuntungan yang lumayan besar, mengingat, ia merupakan pemain baru di bidang ini. Sebelumnya, Toha juga menggeluti usaha di bidang konveksi dan jasa pembuatan mebel, seperti sofa, meja makan, lemari dan masih banyak lagi.

Kepada Surya, Toha mengatakan, awalnya prihatin saja, melihat limbah bambu yang tidak dimanfaatkan dengan baik. Kata dia, banyak bambu - bambu yang hanya dibuang percuma dan mengotori lingkungan.

Salah satu cara untuk memusnahkan limbah bambu adalah dibakar. Tapi, tak semua orang mau membakar sisa - sisa bambu itu, dan dibiarkan. Nah dari situ, ia pun mencoba untuk memanfaatkannya.

"Saya juga bingung, mau saya apakan ini limbahnya. Akhirnya saya lihat di youtube, saya mencoba untuk belajar dari sana. Ya allhamdulillah, hasil akhirnya, saya bisa membuatnya," katanya.

Ia menjelaskan, awalnya, banyak kesulitan dan rintangan dalam membuat kerajinan ini Bagi dia, ini kerajinan sangat rumit. Dibutuhkan kesabaran dan keuletan agar bisa membiat kincir air ini berfungsi secara maksimal.

"Saya jual dengan harga Rp 350 ribu- Rp 500 ribu, tergantung pesanan. Semakin rumit, semakin mahal. Sementara saya pasarkan lokal saja di sekitar Jawa Timur. Mudah - mudahan ini bisa mengurangi limbah bambu yang selama ini tidak digunakan dan mencemari lingkungan," pungkas pria yang tinggal di Dusun Gunting, Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved