Sindir Bupati, LMND Jember Demo Soal Pemberian Hazora Award

(LMND) berunjuk rasa di depan kantor Perusahaan Daerah Air Minum dan Pendapa Wahyawibawagraha, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (8/4/2019) siang

Sindir Bupati, LMND Jember Demo Soal Pemberian Hazora Award
sri wahyunik/surya
Aksi mahasiswa LMND Jember sindir Bupati Jember 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Delapan orang aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) berunjuk rasa di depan kantor Perusahaan Daerah Air Minum dan Pendapa Wahyawibawagraha, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (8/4/2019) siang.

Aksi itu buntut dari pemberian Hazora Award beberapa waktu lalu di acara Kongres Air Minum. Hazora Award itu diberikan kepada suami Bupati Jember Faida, yang saat ini mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI.

"Kami melihat ada tindakan menyalahgunakan fasilitas jabatan di sini, karena Hazora Award itu diberikan kepada Caleg meskipun dibungkus dia sebagai konsumen air yang membeli terbanyak," ujar Korlap Aksi, M Imron Fauzi kepada Surya.

LMND melihat telah terjadi matinya etika politik dalam pemberian award tersebut. LMND melihat ada tindakan KKN dalam pemberian tersebut. Hal itu, lanjut Imron, terindikasi menyalahi etika dan norma berpolitik dalam memanfaatkan fasilitas jabatan untuk kepentingan pribadi.

"Sebab diberikan di tengah hiruk pikuk politik, di tahun politik, dan di masa kampanye. Dan secara UU Pemilu telah menyalahi ketetapan yang ada," tegas Imron.

Usai Jenguk Suami di Rutan Medaeng, Mulan Jameela Ungkap Ahmad Dhani Sakit Gigi: Iya Mau Berobat

Wali Kota Risma Sidak Stadion Bung Tomo Sebelum Piala Presiden 2019

VIRAL Reaksi Tak Terduga Penemu Sampah Bungkus Indomie 19 Tahun Saat Dinotice Menteri Susi, Nangis

Aksi dilakukan di dua tempat yakni di depan kantor PDAM Jember dan Pendapa Bupati Jember. Di Pendapa, mereka hendak menemui Bupati Jember Faida. Tetapi aksi mereka tidak ditemui bupati.

Mereka menyerahkan galon sebagai sindiran award untuk bupati. Karena tidak ditemui, 'galon award' itu diberikan kepada petugas Satpol PP.

Mahasiswa juga menaburkan bunga sebagai simbol matinya etika politik.

"PDAM memberikan Hazora Award, kami memberikan award juga sebagai bentuk sindiran. Awardnya dalam bentuk galon," tegas Imron kepada Tribunjatim.com.

Ada sejumlah tuntutan yang mereka sampaikan antara lain, mendesak Bawaslu bersikap tegas atas dugaan tindakan pelanggaran yang dilakukan oleh Caleg tersebut. Kedua, menyayangkan tindakan arogan dan penyimpangan dalam memanfaatkan fasilitas lembaga pemerintah daerah. Ketiga, menyayangkan keberadaan PDAM yang tidak bersifat netral dalam masa Pemilu.

Aksi di depan PDAM ditemui oleh Dirut PDAM Ady Setiawan. Ady menegaskan PDAM tidak terlibat dalam aksi dukung mendukung Caleg.

"Saya orang bisnis, urusan saya hanya bisnis tidak tahu tentang politik," tegas Ady kepada Tribunjatim.com.

Dia membenarkan jika Hazora Award diberikan kepada Caleg itu. Pemberian award diberikan karena dia sebagai pembeli air terbanyak kategori perseorangan.

PDAM tidak melihat apakah dia Caleg atau bukan. "Dia konsumen dengan pembelian terbanyak selama satu tahun. Dia membeli 100.000 boks setahun. Kelompok lembaga ada RSD dr Soebandi sebagai pembeli terbanyak 50.000 boks. Kok nggak didemo juga," tegas Ady.

Ady menegaskan, Hazora sebagai unit usaha PDAM berupa air minum dalam kemasan, ditarget penjualan. Karenanya, kata Ady, pihaknya melakukan penjualan ke semua lini.( Sri Wahyunik/TribunJatim.com).

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved