KPK Larang Iwan Kurniawan, Pengusaha Asal Malang ke Luar Negeri, Ada Apa?

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melarang Iwan Kurniawan untuk bepergian ke luar negeri.

KPK Larang Iwan Kurniawan, Pengusaha Asal Malang ke Luar Negeri, Ada Apa?
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Rabu (26/7/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melarang Iwan Kurniawan untuk bepergian ke luar negeri.

Iwan Kurniawan sendiri merupakan pengusaha yang berasal dari Malang Raya dan pemilik PT Anugrah Cipta Abadi.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, bahwa larangan ini terkait dalam penyidikan dugaan penerimaan gratifikasi dengan tersangka Bupati Malang non-aktif, Rendra Kresna.

"KPK telah mengirimkan surat ke Imigrasi tentang larangan bepergian ke luar negeri atas nama: Iwan Kurniawan, wiraswasta, Pemilik PT. Anugrah Citra Abadi," ucap Febri melalui pesan singkat, Selasa (9/4).

Pencegahan ke luar negeri ini dilakukan selama 6 bulan sejak 18 Oktober 2018 sampai dengan 18 April 2019.

Kata Febri, Iwan dilarang bepergian ke luar negeri karena dibutuhkan dalam proses penyidikan ataupun dalam proses persidangan terkait penanganan perkara oleh KPK.

"Yang bersangkutan dicegah ke luar negeri sebagai saksi. Karena ada pengembangan dari kasus sebelumnya yang ditangani oleh KPK," imbuhnya.

Jaksa KPK Akan Hadirkan 35 Saksi Untuk Persidangan Rendra Kresna

Hotman Paris Geram Kasus Pengeroyokan Siswi SMP Audrey, Desak Jokowi: Ini Kesempatan Emas Buatmu

Berita Terpopuler: Reino Barack Disoraki Jamaah Pengajian hingga Pesta Mewah Putra Tiri Mayangsari

Rencananya, siang ini (10/4) KPK juga akan memanggil beberapa saksi terkait dengan pemeriksaan kasus dugaan tindak pidana korupsi APBD-P 2015.

Yang akan dipanggil ialah Oemy Sugiati yang merupakan istri dari M Arief Wicaksono, mantan ketua DPRD Kota Malang 2014-2019.

"Rabu, tim penyidik akan memanggil kembali beberapa saksi," singkat Febri.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejak Selasa kemarin, (9/4) KPK telah memanggil 8 orang saksi terkait kasus dana APBD-P 2015.

Di antaranya ialah Wali Kota Malang, Sutiaji, Sekertaris Daerah Kota Malang, Wasto, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang, Totok Kasiyanto, Sekretaris BPBD Kota Malang, Tri Oky Rudianto Prastijo.

Selain itu, juga ada Kepala Bidang (Kabid) Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (PUPPB) Kota Malang, Tedy Sujadi Sumarna, Kasubbag Perencanaan dan Keuangan DPUPPB Kota Malang, Retno Anggiri Purwandani.

Serta ada dua anggota DPRD Kota Malang, Tutuk Hariyani dari PDI-P dan Subur Triono dari PAN (Rifky Edgar/TribunJatim.com).

Penulis: Rifki Edgar
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved