Kepergok Bagi Uang Untuk 19 Orang, Dua Pelaku Ini Ditangkap Warga Ponorogo, Amankan Uang Rp 1,3 Juta

Kepergok Bagi Uang Untuk 19 Orang, Dua Pelaku Ini Ditangkap Warga Ponorogo, Amankan Uang Rp 1,33 Juta dalam Pecahan Rp 50 ribu dan Rp 20 Ribu.

Kepergok Bagi Uang Untuk 19 Orang, Dua Pelaku Ini Ditangkap Warga Ponorogo, Amankan Uang Rp 1,3 Juta
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Dua orang terlapor saat diklarifikasi Bawaslu Ponorogo. 

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Warga Desa Jenangan, Ponorogo, menangkap dua orang yang sedang membagi-bagikan amplop berisi uang terkait dengan money politics.

Uang tersebut rencananya akan diberikan kepada 19 orang warga Desa Jenangan, agar memilih calon legislatif peserta Pemilihan Legislatif DPRD Kabupaten Ponorogo 2019.

Wanita di Ponorogo Ditemukan Tewas Dengan Luka Robek, Polisi Temukan Pisau dan Helm

Ambles Sepanjang 150 Meter, Jalan Raya Ponorogo-Pacitan KM 227 Dilakukan Buka Tutup

Ikuti IFW 2019, Desainer Asal Jatim Ulfa Mumtaza Bakal Angkat Busana Muslim Batik Khas Ponorogo

Gelar Kirab Pusaka Reog Asli Ponorogo di Jember, Dapat Apresiasi Luar Biasa

Divisi Penindakan Pelanggaran Pemilu Bawaslu Ponorogo, Marji Nurcahyo, ketika dikonfirmasi, Senin (15 /4/2018) malam, membenarkan temuan tersebut.

"Kami mendapatkan informasi bahwa telah terjadi peredaran uang, terkait dengan money politics hari Minggu (14/4/2019) kemarin. Sekitar pukul 11.00 pembagian uang money politics, di Desa Jenangan," kata Marji saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Dia menuturkan, ada dua terlapor berinisial A yang diduga terlibat dalam bagi-bagi uang ini. Terlapor pertama yang memberi uang dan terlapor yang kedua yang mau mengedarkan uang. 

Keduanya ditangkap warga kemudian dibawa ke Panwascam, berikut uang Rp 1.330.000 dalam pecahan Rp 50 ribu dan Rp 20 ribu yang belum dimasukan ke dalam amplop.

Selain itu, juga ditemukan list atau daftar 19 nama warga yang akan diberikan uang.

"Menurut keterangan dari terlapor, adalah mau dibagikan ke 19 orang. Masing-maisng Rp 70 ribu, menurut keterangan terlapor," jelasnya.

Dia mengatakan, saat ini sedang dilakukan pembahasan oleh Sentra Gakkumdu, serta pemanggilan terhadap dua terlapor untuk dimintai keteranhan.

"Kami layangkan surat undangan ke para pihak terkait , besok (hari ini) untuk dimintai keterangan. Setelah itu, hasil klarifikasi akan kami rapatkan, hasilnya seperti apa," katanya.

Marji menambahkan, pelaku politik uang akan dijerat dengan Pasal 523 ayat 2 bahwa peserta atau tim kampanye pemilu yang dengan sengaja pada masa tenang menjanjikan atau imbalan uang atau materi lainnya kepada pemilih secara langsung atau pun tidak langsung sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 278 ayat 2 dipidana dengan pidana penjara 4 tahun atau denda Rp 48 juta.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved