Rumah Politik Jatim

Bambang Haryo Tanggapi Isu Prabowo Tangkap Lawan Politik Jika Menang, Sebut Hoaks dan Singgung Rezim

Bambang Haryo menilai pernyataan Allan Nairn yang mengatakan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto akan menangkap lawan politiknya jika menang.

Bambang Haryo Tanggapi Isu Prabowo Tangkap Lawan Politik Jika Menang, Sebut Hoaks dan Singgung Rezim
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono saat menggunakan hak pilihnya di TPS 44 di Balai RW IX Jalan Dharmahusada Indah Tengah IV, Surabaya, Rabu (17/4/2019) di Balai RW IX Jalan Dharmahusada Indah Tengah IV, Surabaya, Rabu (17/4/2019) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Politisi Partai Gerindra, Bambang Haryo menilai pernyataan jurnalis independen asal Amerika Serikat, Allan Nairn yang mengatakan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto akan menangkap lawan politiknya jika menang dalam Pemilu 2019 adalah hoaks.

"Ini berita hoaks yang tidak benar, Pak Prabowo tidak pernah dendam kepada lawan politiknya," kata Bambang Haryo, Rabu (17/4/2019)

Bambang Haryo lalu bercerita kedekatan antara Prabowo dengan Jokowi.

Komen Genit Hotman Paris Lihat Kecantikan Bripda Vani Simbolon, Janjikan Fasilitas Top, Dicuekin?

Machfud Arifin Tanggapi Sindiran Jokowi Masuk Kakbah, Singgung Soal Otoritas dan Penilaian Oposisi

"Pak Jokowi ini dibesarkan oleh Pak Prabowo waktu kampanye jadi Gubernur DKI Jakarta, Pak Jokowi dibiayai beliau (Prabowo) lebih dari Rp 90 Miliar," ucap Anggota DPR RI ini.

Bambang Haryo juga mengingatkan sikap ksatria Prabowo Subianto yang tetap hadir dalam pelantikan Jokowi sebagai presiden setelah kalah dalam Pemilu 2014.

Padahal menurut Bambang Haryo, baik Jokowi maupun Ketum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri telah melanggar perjanjian batu tulis pada Pemilu 2009.

"Pak Jokowi dan Bu Megawati menghianati janjinya untuk menjadi Wakil Pak Prabowo dalam Pemilu 2014, itu janjinya kan antara Pak Jokowi atau salah satu yang diusulkan Bu Megawati bisa Mbak Puan (Maharani) atau yang lain," ucap Bambang.

Namun perjanjian tersebut dilanggar dan justru Jokowi menjadi lawan Prabowo di Pilpres 2014.

Pemilih Difabel di Rungkut Mapan Barat Surabaya Turut Ramaikan Pesta Demokrasi, Masih Mau Golput?

"Pemerintahan yang sekarang ini kurang kondusif, sedikit-sedikit d tangkap, baru ngomong sedikit ditangkapin semua, iklim demokrasi yang sangat buruk," ucapnya.

Terkait penangkapan 1998, menurut Bambang Haryo, Prabowo tidak mempunyai jejak kelam di peristiwa itu.

"Masalah 98 itu mahasiswa yang hilang bukan dari Pak Prabowo, kan itu tim gabungan ada Panglima, Pangdam, Kapolda. Dan mahasiswa yang meninggal itu kan kena peluru karet, jadi jelas bukan dari TNI yang menembak, TNI kan tidak punya peluru karet," kata Bambang Haryo.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved