Pilpres 2019

Ratusan Pasien RSU Dr Wahidin Sudirohusodo Mojokerto Tak Bisa Mencoblos

Ratusan pasien RSU Dr Wahidin Sudirohusodo, kabupaten Mojokerto tak bisa menggunakan hak pilihnya. Sebab, mereka tak mengurus surat A5 atau pindah

Ratusan Pasien RSU Dr Wahidin Sudirohusodo Mojokerto Tak Bisa Mencoblos
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Panduan & tata cara mencoblos surat suara di Pemilu 2019 agar sah 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Ratusan pasien RRSU Dr Wahidin Sudirohusodo, kabupaten Mojokerto tak bisa menggunakan hak pilihnya. Sebab, mereka tak mengurus surat A5 atau pindah memilih.

Imam Buchori selaku Teknis Penyelenggara KPU Kota Mojokerto mengatakan, pihaknya melakukan jemput bola ke RSU Dr Wahidin Sudirohusodo.

Namun, karena banyak warga yang tak mengurus A5, pihaknya terpaksa tak bisa melayani pasien yang ingin menggunakan hak pilihnya.

"Pasien, perawat dan pekerja rumah sakit kalau mau menggunakan hak pilihnya di rumah sakit harus memenuhi prosedur yang ada diaturan di pasal 220 ayat 7, yakni mengurus surat A5. Namun, banyak pasien yang hanya memiliki surat A6," katanya kepada Tribunjatim.com, Rabu (17/4).

Dia menjelaskan, pihaknya melayani pengurusan surat A5 hingga H-1 Pemilu 2019. Pelayanan itu ditujukan bagi pasien dan penunggu pasien.

"Keluarga pasien bisa mengurus A5 dengan membawa KTP dan KK. Pasien tidak perlu datang ke KPU," paparnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Administrasi dan Umum RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo menyebutkan, hingga siang ini tercatat ada 153 pasien. Namun, hanya satu orang saja yang bisa menggunakan hak pilihnya.

"Satu orang tersebut telah mengurus A5. Kebanyakan pasien menyangka A6 sama saja dengan A5. Terpaksa pasien atau keluarga pasien yang tidak mengurus A5 terpaksa tak bisa dilayani," sebutnya.

45 Warga Binaan Lapas Tulungagung Menolak Menggunakan Suaranya

Pemilu 2019 Berjalan Sukses, Bambang DH Apresiasi Pemilih dan Penyelenggara

Terbongkar Identitas Pembuat Keriicuhan di TPS Kota Batu, Mengaku Intel dan Minta Coblos Paslon Ini

Dia menjelaskan, KPU Kota Mojokerto telah mengimbau kepada pasien ataupun keluarga pasien mengurus A5. Selain itu, tadi pagi perawat sudah mengingatkan pasien untuk membawa A5.

"KPU Kota dan kami telah melakukan sosialisasi melalui siaran yang terhubung ke pengeras suara di setiap ruang rumah sakit," jelasnya.

Salah satu keluarga pasien bernama Ulfa (50) warga Trowulan, Kabupaten Mojokerto mengaku kecewa karena tidak bisa menggunakan hak pilihnya. Ulfa tak mengetahui bila A6 berbeda dengan A5.

"Kecewa tidak bisa mencoblos, karena ini menentukan nasib kita," pungkasnya. (nen/Tribunjatim.com)

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved