Lagi, Pengawas TPS di Lamongan Tumbang, Enam Hari Dirawat di Rumah Sakit Kemudian Meninggal
Enam hari dirawat di rumah sakit, pengawas TPS di Lamongan Robin Syahid Abdilah meninggal dunia.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Melia Luthfi Husnika
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Setelah enam hari dirawat di rumah sakit, Pengawas TPS (PTPS) Robin Syahid Abdilah (26) asal Tuyu Desa Pangkarejo Kecamatan Lamongan Jawa Timur meninggal karena kelelahan selama bertugas dalam proses Pemilu 2019.
Insiden pengawas TPS di Lamongan meninggal ini menambah daftar panitia Pemilu 2019 yang gugur.
Robbin menghembuskan nafas terakhirnya, Selasa (23/04/2019) pukul 10.30 WIB di ruang ICU RSUD dr Soegiri Lamongan.
Padahal hari ini mestinya Robin harus mengikuti pleno usai salat dhuhur.
Menurut Ketua Panwascam Lamongan, Anwar, anggotanya itu semula pada awal pencoblosan, Rabu (17/04/2019) beraktivitas di TPS Pangkatrejo Kecamatan Lamongan.
• Kasus Siswi Dibakar Hidup-hidup Akibat Laporkan Pelecehan Seksual Kepsek, Pesan Terakhirnya Viral
• Sifat Asli Erin Taulany Dibongkar Satpam Penjaga Ruma, Istri Andre Disebut Berkarakter Seperti Ini
Robin benar - benar sebagai petugas yang bertanggungjawab, sampai bermalam di lokasi karena mengemban tugas sebagai pengawas TPS.
"Bermalamnya di lokasi TPS Pangkatrejo," kata Anwar.
Kemudian Kamis (18/4/2019), Robin pulang. Ternyata setiba di rumah, pemuda lajang ini merasakan kondisi badannya panas.
Rabin langsung diperiksakan ke RSUD dr Soegiri. Dan mendapatkan kepastian, Muis harus menjalani rawat inap karena kondisi umumnya (KU) drop.
• Ini yang Akan Terjadi pada Tubuh Setelah Konsumsi Micin, Ternyata Pengaruhi Sel Saraf Otak Juga
Selama dirawat, pernafasan Robin dibantu dengan cop dan selang oksigen. Selama enam hari dirawat, KU Robin menurun.
"Informasi yang kami dapatkan, trombositnya menurun terus," kata Anwar didampingi Pengawas Pemilu Desa, Sugianto.
Hingga berita ini ditulis, Robin telah semayamkan di rumah duka."Rencananya siang ini dimakamkan langsung," katanya.
Terkait biaya selama perawatan, Anwar berencana akan mengusulkan santunan ke Bawaslu Lamongan.
Anggota Panwas kota, PPD, PTPS untuk sama - sama membuka donasi melalui gerakan Peduli Rabin.
Dananya ditangani setiap PPD kemudian dikumpulkan pada koordinator yang selanjutkan diserahkan ke keluarga Robin.
Menyusuk seoranf Pengawas Pemilu Desa (PPD) Pangkatrejo, Nurul Wakhid juga ngedrop setelah mendengar Rabin meninggal.
(Hanif Manshuri)