Pesawat Terbang Justru Dikurangi Saat Libur Panjang, Politisi Gerindra: Menhub Jangan Ada Main-main

Anggota Komisi V DPR RI, Bambang Haryo Soekartono mengkritik keras pemerintah yang mengurangi armada pesawat terbang saat libur panjang Pemilu (17/4/

Pesawat Terbang Justru Dikurangi Saat Libur Panjang, Politisi Gerindra: Menhub Jangan Ada Main-main
sofyan arif candra /Tribunjatim
Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono saat Sidak ke T2 Bandara Juanda 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Anggota Komisi V DPR RI, Bambang Haryo Soekartono  mengkritik keras pemerintah yang kurang maksimal mengatur jumlah penerbangan menjelang Pemilu dan libur panjang sehingga masyarakat sulit mendapatkan tempat duduk (seat) di waktu peak season tersebut.

"Dan ini menyebabkan harga tiket naik sangat tinggai diatas batas atas bila membeli di bandara dan itupun sangat terbatas. Padahal, menurut politisi dari Partai Gerindra tersebut layanan yang paling utama daripada transportasi penerbangan adalah kapasitas angkut atau daya tampung. Ketika dilakukan kroscek ke Angkasa Pura 1 dan Otoritas Bandara Juanda ternyata airlines yg beroperasi menurun 20% dibanding hari-hari biasa, padahal, saat itu kondisi peak season karena libur panjang," ujar Politisi Partai Gerindrasaat ditemui di Bandara Juanda T2, Rabu (24/4/2019).

Menurut Bambang Haryo, penjelasan pihak Angkasa Pura, airlines low cost caries normalnya 750ribu menjadi 1,5juta menurut informasi dari masyarakat dan pihak Angkasa Pura.

Bambang menekankan, seharusnya pemerintah dalam hal ini Menteri Perhubungan beserta jajarannya sudah mengantisipasi dan merencanakan untuk mengantisipasi libur panjang dan  angkutan menjelang Pemilu.

"jadi bagaimana airlines bisa menurunkan tarif kalau armadanya atau kapasitas daya tampung (seat) sangat terbatas dan dibawah demand masyarakat yg membutuhkan," jelasnya

Gubernur Jatim, Khofifah Terpesona Bunga-Bunga di Agro Expo Banyuwangi

Kisah Tim Sukses Stres dan Depresi Ditagih Caleg Gagal, Berobat ke Padepokan Anti Galau Albushtomi

UPDATE Real Count KPU Pilpres 2019 Jokowi VS Prabowo Hari Ini, Jokowi-Maruf Kuasai 22 Wilayah

Menurut Pria Asal Surabaya ini, Menteri Perhubungan harus bertanggung hawab untuk itu dan tegas terhadap airlines untuk meningkatkan jumlah armada di saat masyarakat membutuhkan.

Apabila ini terus-menerus tanpa perhatian maka citra buruk untuk dunia penerbangan di Indonesia menjadi penilaian masyarakat dalam negeri ataupun internasional.

"Ini saya tekankan kepada Menhub, jangan ada main-main, saya tidak mau ada hal-hal yang tujuannya mendongkrak tarif. Ini bisa membuat nama trasnportasi udara di Indonesia buruk," lanjutnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved