Pilpres 2019
Indah Kurnia Tidak Puas Ada Penurunan Suara Hingga 50 Persen, Kendati Lolos
Calon Anggota Legislatif (Caleg) petahana dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) nomor urut 4, Indah Kurniawati diprediksi lolos ke Senaya
Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Calon Anggota Legislatif (Caleg) petahana dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) nomor urut 4, Indah Kurniawati diprediksi lolos ke Senayan.
Informasi sementara, PDIP berpeluang mendapatkan tiga kursi DPR RI Dapil 1 Jatim Surabaya-Sidoarjo.
Indah mengatakan, dirinya berada di posisi ke 3 setelah Puti Guntur dan Bambang DH. Oleh sebab itu, Indah berpeluang menduduki kursi ke 3 PDIP untuk DPR RI Dapil 1 Jatim.
"Dari hasil yang saya terima sementara saya sudah diposisi lolos ke Senayan, karena PDIP mendapatkan 3 kursi untuk Dapil 1 Jatim.
Itu menyusul karena PDIP dalam kondisi performa bagus dan penerimaan partai yang lebih baik," katanya kepada Surya saat ditemui di rumah makan Omah Sae Jalan Musi nomor 39, Surabaya, Jumat (3/5).
Indah menyebutkan, dari informasi sementara yang didapat dari internal PDIP dirinya mendapat 40.000 perolehan suara di Surabaya dan Sidoarjo. Angka tersebut turun jika dibandingkan dengan perolehan suara Indah saat maju menjadi Caleg DPR RI Dapil 1 Jatim 2014 yang mencapai 68.000 suara.
"Surabaya mengalami penurunan 50%. Kalau di Sidoarjo mengalami kenaikan sekitar 2.000 sebelumnya 15.900 sekarang naik menjadi 17.000," sebut anggota Komisi XI DPR RI ini.
Kendati angka perolehan di Sidoarjo naik, Indah tidak begitu puas. Hal itu akan jadi bahan evaluasi untuk Indah. Terkait kecamatan mana saja yang perolehan suaranya dinilai menurun, Indah mengaku masih belum mengetahui pasti.
"Padahal saya sebelumnya telah menggelontorkan beberapa program di Sidoarjo di antaranya pengentasan kemiskinan dan memperjuangkan bersama Dinas Cipta Karya untuk pembuatan TPA. Tetapi rasanya Mungkin prevensi orang memilih tidak sama, ada yang senang karena punya program dan karena faktor x. Saya akan evaluasi kecamatan mana yang perolehan suara saya berkurang," terangnya.
Indah melanjutkan, penurun perolehan suara ini ditengarai karena adanya irisan segmentasi. Irisan terjadi baik antar partai maupun internal.
• Awey Optimistis, Nasdem Dapat Satu Kursi di Senayan
• Pengamat Politik Universitas Airlangga Ungkap Pihak-Pihak yang Akan Diuntungkan pada Pemilu 2019
• Muhammad Ashari, Caleg Potensial PKB Sukses Ungguli Petahana di Sidoarjo
"Segmentasi saya ini komunitas. bisa saja partai lain juga mempunyai segmentasi yang sama. Maka terjadilah irisan," jelasnya.
Tak ada strategi khusus yang dilakukan Indah untuk menggaet perolehan suara. Yang dilakukan Indah adalah bersilaturahmi dan membuat kegiatan dengan rekan-rekan. Silahturahmi maupun kegiatan tak serta-merta dilakukan kala Indah maju sebagai Caleg Dapil 1 Jatim Surabaya-Sidoarjo. Silahturahmi dan berkegiatan sudah menjadi aktivitas wajib bagi Indah.
Seperti halnya, ketika Surya bertemu dengan Indah di Omah Sae. Dia merayakan ulang tahun rekan se profesinya dulu yakni sebagai pegawai bank. Perayaan ulang tahun tersebut juga sebagai ajang silahturahmi. Selain itu, Indah juga bersilaturahmi ke seluruh lapisan masyarakat.
"Silahturahmi ini saya lakukan dengan tulus. Bukan karena strategi dan maksud tertentu," tegasnya.
Dalam persaingan memperebutkan kursi DPR RI Dapil 1 Jatim Indah memiliki keuntungan karena dia adalah warga asli Surabaya. Sepak terjangnya di dunia olah raga, seni, dan broadcasting cukup mentereng. Indah dikenal sebagi penyiar campur sari di salah satu radio swasta di Surabaya. Indah juga pernah menjabat sebagai manager Persebaya pada tahun 2006 dan 2008. Sehingga dirinya dikenal warga Surabaya dan dapat mendulang suara.