Polda Jatim : Angka Laka Mudik Lebaran Turun, Jalur Tengkorak dan Arteri Masih Rawan Kecelakaan
Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera,dari tahun ke tahun jalur arteri masih tetap menjadi jalur tengkorak selama arus mudik
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Yoni Iskandar
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Jumlah kecelakaan lalu lintas (Laka Lalin) yang melibatkan kendaraan pemudik tahun 2019, terbukti menurun.
Namun, intensitas kerawanan wilayah yang kerap terjadinya Laka Lalin tetap sama tiap tahunya, yakni jalur arteri penghubung wilayah.
Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, dari tahun ke tahun jalur arteri masih tetap menjadi jalur tengkorak selama arus mudik lebaran berlangsung.
Mengapa? Selain ruas jalannya yang terbilang sempit.
Barung mengungkapkan, jalur arteri juga menjadi jalur utama bertemunya berbagai jenis kendaraan.
"Pertama jalur arteri itu memang sempit. Nah disana itu berkumpul kendaraan roda 6, roda 4, dan roda 2," katanya pada awakmedia di ruangannya, Senin (10/6/2019).
• Diduga Keracunan Rawon, Satu Keluarga di Mojokerto Masuk Rumah Sakit, Satu Meninggal Dunia di UGD
• Vanessa Angel Tampil Tanpa Kenakan Hijab di Sidang Lanjutan, Begini Reaksinya Ditanya Tampilannya
• Halal bi Halal Unusa, Ustad Maulana Jamaah oh Jamaah : Nikmat Bersyukur Kekayaan Rejeki
Selain itu, bagi Barung kecelakaan yang terjadi di jalur arteri juga disebabkan oleh nuansa psikologis pengendara yang cenderung berubah.
Pengemudi cenderung memiliki gejolak perpindahan yang tak konsisten sesaat setelah melintas di Jalan Bebebas Hambatan alias Tol, menuni jalan artefsi
Ketika si pengemudi terbiasa dengan aturan yang mengahurskan tiap pengendara memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi saat melintas di jalan tol.
Gejolak psikologis si pengemudi sontak berubah sesaat tiba dimelintas di jalur arteri yang cenderung menghendaki setiap kendaraan yang melintas disana dalam kecepatan rendah.
"Lah saat di tol mengalami kecepatan hingga 140 Km/Jam. ketika begitu masuk ke Jalan Arteri mereka Langsung menurunkan kecepatan tetap 30 hingga 40 Km/Jam," katanya.
"Sehingga dalam psikologi mereka itu belum siap menghadapi daripada perpindahan jalur ini," tandasnya.