Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Polda Jatim : Angka Laka Mudik Lebaran Turun, Jalur Tengkorak dan Arteri Masih Rawan Kecelakaan

Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera,dari tahun ke tahun jalur arteri masih tetap menjadi jalur tengkorak selama arus mudik

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Yoni Iskandar
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Kepadatan arus lalu lintas yang didominasi kendaraan pribadi di Jalan Merdeka Utara, Kota Malang, Kamis (30/5/2019). Kepadatan lalu lintas pada hari libur H-7 Lebaran 2019 ini disebabkan peningkatan volume kendaraan warga yang beraktivitas menuju pusat kota dan pusat perbelanjaan. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Jumlah kecelakaan lalu lintas (Laka Lalin) yang melibatkan kendaraan pemudik tahun 2019, terbukti menurun.

Namun, intensitas kerawanan wilayah yang kerap terjadinya Laka Lalin tetap sama tiap tahunya, yakni jalur arteri penghubung wilayah.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, dari tahun ke tahun jalur arteri masih tetap menjadi jalur tengkorak selama arus mudik lebaran berlangsung.

Mengapa? Selain ruas jalannya yang terbilang sempit.

Barung mengungkapkan, jalur arteri juga menjadi jalur utama bertemunya berbagai jenis kendaraan.

"Pertama jalur arteri itu memang sempit. Nah disana itu berkumpul kendaraan roda 6, roda 4, dan roda 2," katanya pada awakmedia di ruangannya, Senin (10/6/2019).

Diduga Keracunan Rawon, Satu Keluarga di Mojokerto Masuk Rumah Sakit, Satu Meninggal Dunia di UGD

Vanessa Angel Tampil Tanpa Kenakan Hijab di Sidang Lanjutan, Begini Reaksinya Ditanya Tampilannya

Halal bi Halal Unusa, Ustad Maulana Jamaah oh Jamaah : Nikmat Bersyukur Kekayaan Rejeki

Selain itu, bagi Barung kecelakaan yang terjadi di jalur arteri juga disebabkan oleh nuansa psikologis pengendara yang cenderung berubah.

Pengemudi cenderung memiliki gejolak perpindahan yang tak konsisten sesaat setelah melintas di Jalan Bebebas Hambatan alias Tol, menuni jalan artefsi

Ketika si pengemudi terbiasa dengan aturan yang mengahurskan tiap pengendara memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi saat melintas di jalan tol.

Gejolak psikologis si pengemudi sontak berubah sesaat tiba dimelintas di jalur arteri yang cenderung menghendaki setiap kendaraan yang melintas disana dalam kecepatan rendah.

"Lah saat di tol mengalami kecepatan hingga 140 Km/Jam. ketika begitu masuk ke Jalan Arteri mereka Langsung menurunkan kecepatan tetap 30 hingga 40 Km/Jam," katanya.

"Sehingga dalam psikologi mereka itu belum siap menghadapi daripada perpindahan jalur ini," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved