Biar Cepat Bisa Kenalkan Shodo, Pria Jepang Pilih Telateni Cara ini

Seni menulis indah atau disebut shodo ini makin sulit ketika menggunakan fude, yakni kuas khusus untuk seni menulis indah.

Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Mujib Anwar
SURYA/ACHMAD PRAMUDITO
Minoru Goto (rambutnya dikuncir) ketika berbagi pengalaman dalam workshop Shodo di C20 Library, Surabaya, Kamis (16/2/2017). 

Laporan Wartawan Surya, Achmad Pramudito

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Seni menulis indah memang tidaklah mudah, apalagi menulis kata-kata dalam Bahasa Jepang.

Setiap goresan ada perbedaan tebal tipisnya.

Seni menulis indah atau disebut shodo ini makin sulit ketika menggunakan fude, yakni kuas khusus untuk seni menulis indah.

“Perhatikan baik-baik cara pegang kuasnya, pakai tiga jari menekan bersama-sama,” kata Minoru Goto dalam acara Workshop Shodo di C20 Library Surabaya, Kamis (16/2/2017).

Pria asal Jepang dengan dandanan rambut yang khas ini lalu memeragakan cara memegang kuas kepada peserta workshop.

“Saat menggoreskan kuas di atas kertas posisi lengan harus lurus semua bergerak bersama,” ungkapnya.

Sementara tangan kiri, lanjutnya, memegang kuat kertas agar tidak berubah ketika kuas mulai digoreskan di atasnya.

“Perhatikan tekanan kuas dengan baik,” imbuhnya.

Sebelum mengajarkan cara menggoreskan fude, Minoru Goto meminta peserta untuk menentukan tema tulisan yang akan mereka pelajari.

“Silakan bebas, tentukan satu tema nanti kita belajar bersama-sama,” ucapnya.

Workshop Shodo hari itu dibagi dalam dua sesi, yaitu pukul 14.00 WIB dan pukul 16.00 WIB.

Dua sesi itu dipenuhi peserta yang antusias belajar shodo.

Di sesi pertama, peserta belajar menulis kata ai (cinta) dalam huruf Hiragana.

Sedang di sesi kedua Minoru yang sudah berkeliling 17 negara untuk mengajar Shodo ini memberi tips menuis kata kokoro (hati) dalam huruf kanji.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved