Diduga Malapraktik, Dokter ini Lalu Minta Maaf ke Pasien, Tapi Kok Malah . . .
Uniknya, dalam gugatan yang diajukan ini, dr Moestidjab mencabut surat permintaan maaf atas tindakan malapraktik yang dilakukannya terhadap Totok.
Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Mujib Anwar
Laporan wartawan Surya, Anas Miftakhudin
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Direktur Utama (Dirut) Surabaya Eye Clinic, dr Moestidjab, menggugat pasien korban dugaan malapraktik, Tatok Poerwanto, warga Jalan Ubi, Surabaya.
Uniknya, dalam gugatan yang diajukan ini, dia mencabut surat permintaan maaf atas tindakan malapraktik yang dilakukannya terhadap Totok.
Nah, Kamis (16/2/2017) ini, gugatan itu mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.
Dalam gugatannya, dr Moestidjab minta agar majelis hakim yang diketuai Ferdinandus SH mencabut surat permintaan maafnya yang ditujukan kepada Tatok.
Dalam sidang, hakim Ferdinandus memerintahkan agar kedua belah pihak (dr Moestidjab dan Tatok) melakukan mediasi lebih dulu.
"Gugatan ini akan dilakukan mediasi terlebih dahulu pada Kamis (23/2) pekan depan," ujar hakim Fedinandus sembari menutup persidangan.
Eduard Rudy Suharto SH, menantu Tatok menilai upaya dr Moestidjab mencabut surat permintaan maaf yang telah dikeluarkannya sebagai langkah yang sangat aneh.
Pasalnya, pencabutan yang dilakukan karena saat ini dr Moestidjab telah dilaporkan ke Polda Jatim dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
"Padahal surat permintaan maaf itu sudah diajukan, artinya dia sudah mengakui kesalahannya," tegas Rudy.
Upaya pencabutan surat permintaan maaf, kata Rudy untuk mengapus pengakuan bersalahnya selama menangani Tatok sebagai pasien.
"Surat permintaan maaf itu sama saja dengan pengakuan kesalahan, makanya dia ingin mencabutnya. Mungkin hal itu dilakukan supaya penyelidikan yang dilakukan Polda Jatim dan IDI jadi terhambat," jelasnya.
Kata Rudy, surat permintaan maaf itu diketik sendiri oleh sekretarisnya dan ditandatangani oleh Moestijab.
Jika tiba-tiba muncul pencabutan, itu suatu hal yang aneh.
"Dibuat-buat sendiri, tapi kok sekarang malah ingin mencabut," imbuhnya, dengan nada heran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/operasi-katarak_20170216_162706.jpg)