Kisah Nenek yang Rela Tempuh Jarak 50 Kilometer untuk Berjualan Nasi Jagung
Dia adalah seorang penjual nasi bungkus keliling bernama Sriana (60) yang tinggal di Dadinawung, Babat, Lamongan.
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Edwin Fajerial
Selain nasi dia juga menjual kacang dan ubi rebus.
Sesekali Mbah Sri menghitung uang hasil jual nasi bungkus, terlihat dua lembar uang pecahan Rp 5.000 dan tiga lembar uang Rp 10.000 serta beberapa lembar uang Rp 2.000.
"Buat bayar angkutan untuk ongkos pulang ke Babat. Biasanya kalau Babat-Gresik pulang Pergi (PP) ditambah angkutan bemo atau lyn biayanya Rp 40.0000," ungkapnya.
Dia berharap tidak sampai sakit karena takut siapa yang akan mencari uang.
Sedangkan suaminya sekarang di Bali sebagai penjual telur puyu yang tak pasti kapan pulangnya.
"Ya yang penting selalu ikhlas dan sabar mencari rejeki halal. Saya selalu diberi kesehatan agar dapat terus bekerja," pungkasnya.
Saat ditanya sampai kapan bekerja seperti ini? Mbah Sri menjawab dia akan terus bekerja.
"Ya akan terus bekerja sampai badan ini gak kuat lagi berjalan," tandasnya.
Biasanya Mbah Sri berkeliling menjual nasi bungkus disekitar Rumah Sakit Semen Gresik, pasar baru Gresik dan sejumlah Cafe di sepanjang Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo.