Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Internasional

Gara-gara Ingin Berat Badannya Turun, Pria Ini Sampai Lakukan Diet Terekstrem Sepanjang Sejarah

Saking semangatnya menurunkan berat badan, Barbieri melanjutkan puasa makanan padatnya selama lebih dari setahun, 382 hari tepatnya.

Editor: Alga W
The Evening Telegraph
Angus Barbieri 

Barbieri tercatat dalam Guinness Book of Records pada tahun 1971 sebagai manusia terlama yang mampu bertahan hidup tanpa makanan padat.

Diet yang dilakukan oleh Barbieri ini memang merupakan contoh diet paling ekstrem yang pernah tercatat.

Haruskah Anda meniru?

Selama menjalani puasa, Barbieri menjadi obyek studi Universitas Dundee.

Akademisi setempat tertarik meneliti efek puasa jangka panjang terhadap berat badan sekaligus kesehatan.

Hasil penelitian mengungkap, puasa seperti itu harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Hasil studi itu dipublikasikan oleh dokter yang menangani Barbieri di Postgraduate Medical Journal pada tahun 1973.

Tahun 1960-an, memang banyak dokter yang menyarankan puasa jangka panjang bagi yang mengalami obesitas.

Sebuah studi pada 1964 mengungkap, puasa jangka panjang bisa menjadi cara efektif untuk memerangi obesitas.

Puasa paling tidak dilakukan selama 117 hari.

Namun, sekarang tak ada lagi dokter yang menyarankannya, pandangan bahwa puasa jangka panjang efektif untuk mengurangi berat badan sudah usang.

Pasalnya, sejumlah studi mengungkap bahwa pembakaran otot dan lemak dalam jumlah besar mengakibatkan perubahan fisik yang drastis dan berpotensi memicu serangan jantung.

Jangankan puasa, diet kalori yang terlalu rendah saja bisa memicu kematian. Jadi, jangan meniru langkah Barbieri.

Dari sudut pandang lain, kasus Barbieri memberi petunjuk bahwa daya tahan manusia untuk tidak makan berbeda-beda.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved