Usai 22 Tahun Dipasung, Pria Ini Lalu Dikurung di Bilik Sempit Tengah Kebun
Nasih pria benar-benar tragis. Usai dipasung selama 22 tahun, dia lantas dikurung di bilik sempit yang di tengah kebun.
Penulis: David Yohanes | Editor: Mujib Anwar
Laporan wartawan Surya, David Yohanes
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kondisi Tego Susanto sangat memprihatinkan.
Warga RT4, RW 1 Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang ini tinggal di dalam kurungan kayu.
Lokasinya pun jauh di tengah kebun ketela. Kurungan tempatnya menghabiskan hari sangat sempit, hanya berkukuran 1,5 meter kali 2 meter.
"Kalau tidak dikurung, saya yang repot. Saya sudah kenyang dipukuli, rumah-rumah warga dirusak," ucap ibu Tego, Rupiati (66), Selasa (14/3/2017).
Nyamuk berseliweran di tempat kurungan Tego, meski siang hari. Di dalam ruang kurungannya, Tego asik bermain tanah liat.
Tanah tersebut diambil dari bawah kurungannya. Untuk melunakkan tanah tersebut, dia menggunakan air seninya.
"Sudah seperti bayi kecil. Makan dikirim, kotorannya saya yang bersihkan," keluh Rupiati.
Tego sudah diam di dalam kurungannya selama tujuh bulan. Sebelumnya Tego dipasung selama 22 tahun.
Kini tim gabungan dari RSJ Lawang, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang serta Tim Pendamping Pasung akan membebaskan Tego.
Pembebasan Tego merupakan bagian dari program Jatim Bebas Pasung di 2017. Di Kabupaten Malang masih ada 47 dipasung.
Sebelumnya ada 142 warga yang dipasung. Dengan pembebasan Tego, maka tersisa 46 warga yabg dipasung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/dikurung-di-tengah-kebun_20170314_110339.jpg)