Playground Alun-alun Merdeka Malang Rusak, DLH Sebut Kurangnya Pengawas

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mengakui keterbatasan tenaga pengawas di area playground Alun-alun Merdeka Malang

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Benni Indo
RUSAK - Fasilitas perosotan di Alun-alun Merdeka Malang. Fasilitas ini mengalami kerusakan. DLH Kota Malang mengevaluasi pengawasan dan mempertimbangkan pembatasan waktu bermain anak agar tidak membludak. 

Ringkasan Berita:
  • DLH Malang kekurangan tenaga pengawas untuk mengontrol aktivitas di playground.
  • Perosotan anak rusak diduga akibat penggunaan yang tidak semestinya.
  • DLH berencana menerapkan pembatasan waktu bermain untuk mengurangi kepadatan.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mengakui keterbatasan tenaga pengawas di area playground Alun-alun Merdeka Malang, menyusul kerusakan fasilitas perosotan yang menuai perhatian publik.

Kondisi ini dinilai menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keamanan dan ketertiban penggunaan fasilitas publik tersebut. Termasuk mengawasi fasilitas permainan agar tidak cepat rusak.

Sekadar informasi, permainan perosotan anak di playground Alun-alun Merdeka rusak bagian ujungnya.

Rusaknya fasilitas itu mendapat berbagai respon dari masyarakat. 

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Raymond Matondang, mengatakan saat ini pengawasan belum optimal karena keterbatasan sumber daya manusia.

Pegawai dari DLH Kota Malang hanya bertugas membersihkan sampah di kawasan Alun-alun Merdeka.

Baca juga: Pedagang di Alun-alun Merdeka Malang Akan Dipindah ke Jalan Merdeka Selatan, Diuji Coba saat Ramadan

Antusiasme Tinggi Picu Risiko

“Kami akui jumlah tenaga pengawas masih terbatas, sehingga belum bisa maksimal memantau seluruh aktivitas anak-anak di playground,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Menurut Raymond, tingginya antusiasme masyarakat, terutama pada akhir pekan, membuat area bermain anak di Alun-alun Merdeka kerap dipadati pengunjung.

Hal ini berpotensi menimbulkan risiko keselamatan anak, termasuk keamanan fasilitas jika tidak diimbangi dengan pengawasan yang memadai.

“Pengunjungnya sangat banyak, sementara pengawas terbatas. Ini yang menjadi perhatian kami,” katanya.

DLH Siapkan Pembatasan Waktu Bermain

Sebagai langkah antisipasi, DLH berencana menerapkan sistem pembatasan waktu bermain bagi anak-anak di playground.

Kebijakan ini bertujuan untuk mengatur jumlah pengguna dalam satu waktu agar tidak terjadi penumpukan.

“Nanti akan kita atur waktunya, sehingga tidak terlalu padat dan anak-anak bisa bermain dengan lebih aman dan nyaman,” jelas Raymond.

Skema pembatasan tersebut masih dalam tahap kajian, termasuk teknis pelaksanaan di lapangan. Kerusakan pada perosotan itu menurut informasi yang diterima Raymond karena diinjak oleh anak-anak.

Baca juga: Sanksi Tertutup untuk Oknum ASN yang Diduga Merokok di Ruang Laktasi Alun-alun Merdeka Malang

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved