Perosotan di Alun-alun Merdeka Malang Rusak, DLH Bakal Batasi Waktu Bermain

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mengungkap penyebab kerusakan perosotan di playground Alun-alun Merdeka Malang

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Purwanto
FASILITAS RUSAK - Kondisi perosotan yang rusak di Alun-alun Merdeka, Selasa (5/5/2026). Bagian ujung perosotan ditutup dan untuk sementara waktu, wahana permainan tersebut tidak bisa digunakan. Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Raymond Matondang mengatakan bahwa perosotan tersebut merupakan unit lama. 

Ringkasan Berita:
  • Perosotan rusak merupakan unit lama yang hanya diperbaiki, bukan diganti.
  • Material resin dinilai rentan rusak jika sudah retak atau patah.
  • DLH akan batasi waktu bermain dan tutup sementara fasilitas rusak.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, MALANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mengungkap penyebab kerusakan perosotan di playground Alun-alun Merdeka Malang. 

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menjelaskan bahwa fasilitas perosotan di playground Alun-alun Merdeka yang mengalami kerusakan merupakan bagian dari unit lama yang hanya diperbaiki, bukan diganti baru. 

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Raymond Matondang, menjelaskan bahwa dalam perencanaan awal, tidak seluruh fasilitas playground diganti secara menyeluruh. Sebagian hanya diperbaiki karena masih dianggap layak.

“Playground itu ada beberapa bagian. Ada yang memang diganti baru, ada yang diperbaiki, dan ada juga yang merupakan sambungan dari unit lama,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Raymond menyebut, pada saat perencanaan di tahun 2024, kondisi modul permainan masih memungkinkan untuk diperbaiki.

Baca juga: Playground Alun-alun Merdeka Malang Rusak, DLH Sebut Kurangnya Pengawas

Material Rentan dan Daya Tahan Menurun

Saat pelaksanaan pekerjaan pada 2025, seharusnya dilakukan penggantian.

“Karena di perencanaan tertulisnya perbaikan, maka tetap dilakukan perbaikan. Padahal kondisinya sudah seharusnya diganti,” jelasnya.

Akibatnya, daya tahan fasilitas menjadi berkurang, terutama karena material playground berbahan resin yang rentan terhadap kerusakan jika sudah mengalami retak atau patah.

DLH memastikan bahwa perbaikan tetap akan dilakukan oleh pihak penyedia karena fasilitas tersebut masih dalam masa pemeliharaan.

Perbaikan Dilakukan dalam Masa Pemeliharaan

“Kontraktor akan melakukan perbaikan selama masa pemeliharaan. Dalam minggu ini akan dicek dan segera ditindaklanjuti,” kata Raymond.

Namun ia mengakui, jaminan ketahanan pasca perbaikan tidak bisa dipastikan sepenuhnya karena kerusakan sudah terjadi pada struktur dasar.

“Kalau sudah patah di bagian platform, jaminan ketahanannya tentu berkurang,” ujarnya.

Baca juga: UB Malang Perkuat Ekosistem Halal, Sejumlah Daerah Raih Penghargaan

Selain faktor teknis, DLH juga menyoroti perilaku pengguna yang dinilai mempercepat kerusakan fasilitas. Perosotan kerap digunakan tidak sesuai fungsi, seperti diinjak atau dijadikan tempat melompat.

“Harusnya untuk meluncur, tapi ada yang diinjak-injak, dilompati. Itu tidak boleh,” tegasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved